SAMARINDA, LINGKARKALTIM: Kualitas udara di Kota Samarinda mengalami penurunan drastis akibat kepungan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hasil pemantauan alat ukur memperlihatkan konsentrasi partikulat halus atau particulate matter 2.5 (PM2.5) telah menyentuh ambang batas berbahaya bagi kesehatan publik.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda Suwarso membeberkan bahwa lonjakan pencemaran udara terdeteksi dari hasil analisis data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda di kawasan Taman Segiri, Jalan Harmonika, Kecamatan Samarinda Ulu.
“Kalau pada alat ukur yang ada di A.P.T. Pranoto itu memang situasinya saat ini sangat tidak sehat. Untuk yang di kota agak berbeda sedikit tetapi tidak begitu jauh, yaitu di angka 242 miligram per meter kubik, kategorinya tetap sangat tidak sehat,” ujar Suwarso, Kamis (17/9/2026).
Guna menekan tingginya kadar polutan di udara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda berkolaborasi dengan DLH, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat), serta Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda menyiap skema penyemprotan cairan eco enzyme menggunakan metode embun.
Plt Kepala DLH Kota Samarinda Suwarso menjelaskan bahwa sebanyak 35 liter cairan fermentasi limbah organik telah disiagakan di Kantor BPBD Kota Samarinda untuk dicampur ke dalam tangki armada pemadam.
“Melalui cara penyemprotan eco enzyme ini, kami sudah mengumpulkan sekitar 35 liter yang akan disebar ke wilayah Samarinda melalui metode penyemprotan embun. Satu tangki berkapasitas 5.000 liter membutuhkan sekitar 5 liter eco enzyme dengan jarak tempuh penyemprotan 10 sampai 15 kilometer,” terangnya.
Aksi pengondisian udara ini bakal terus dilanjutkan secara berkala menyesuaikan ketersediaan pasokan cairan pembersih dari komunitas pengolah sampah organik daerah.
“Jika nanti kami mendapatkan pasokan eco enzyme lagi dari kelompok atau komunitas pengolah tertentu, kegiatan ini bisa kami lanjutkan besok,” pungkas Suwarso. (dev)










