Pemkot Balikpapan dan BI Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Mahligai Nusantara 2026

Mahligai Nusantara 2026 yang digelar di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, Sabtu (12/9/2026).(Foto:istimewa)
Mahligai Nusantara 2026 yang digelar di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, Sabtu (12/9/2026).(Foto:istimewa)
banner 468x60

BALIKPAPAN, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kota Balikpapan berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) perwakilan Balikpapan mengelar pameran UMKM Mahligai Nusantara 2026, yang digelar Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan tersebut sebagai upaya nyata yang dilakukan pemerintah untuk mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Balikpapan naik kelas dan memperluas akses pasar.

Read More
banner 300x250

Tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah “Merangkai Kolaborasi, Mengakselerasi Inovasi untuk UMKM yang Tangguh dan Berdaya Saing.”

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengapresiasi inisiatif BI Balikpapan yang dinilai memberikan ruang bagi UMKM untuk berkembang.

Menurut Rahmad, peningkatan kapasitas UMKM membutuhkan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi antara pemerintah, instansi vertikal, dunia usaha dan pihak terkait lainnya menjadi penting agar UMKM dapat terus naik kelas.

“Kepada Bank Indonesia Perwakilan Kota Balikpapan, telah menggagas kegiatan yang sangat diperlukan. Pertumbuhan ekonomi kita meningkatkan para UMKM. Tentunya UMKM tidak akan naik kelas tanpa kehadiran seluruh stakeholder,” ujar Rahmad.

Ia berharap kolaborasi tersebut terus diperkuat sehingga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Balikpapan.

Terkait penyelenggaraan event berskala nasional, Rahmad mengatakan Pemkot Balikpapan tetap berkomitmen menghadirkan kegiatan yang dapat memberikan dampak terhadap pelaku UMKM. Namun, menurutnya, pengembangan UMKM tidak selalu harus melalui event besar.

“Tidak harus membuat event yang besar, tetapi bagaimana sebagai market kita mempromosikan produk-produk UMKM yang ada di Kota Balikpapan,” jelasnya.

Rahmad menilai kerja sama dengan instansi vertikal, termasuk BI, dapat menjadi salah satu strategi untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat UMKM lokal.

Sementara Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan Mahligai Nusantara dirancang bukan sekadar sebagai ajang pameran produk UMKM, tetapi menjadi ruang untuk mempertemukan pelaku usaha dengan berbagai pihak dalam sebuah ekosistem bisnis.

“Ini adalah sebuah ruang, sebuah ekosistem bisnis yang mempertemukan beragam perusahaan, inovasi, dan berbagai ruang sehingga kekuatan UMKM tidak hanya hadir sebagai jago kandang,” kata Robi.

Menurutnya, UMKM perlu memiliki kemampuan untuk memperluas pasar hingga tingkat global. Dengan demikian, sektor UMKM diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari aktivitas ekonomi lokal, tetapi juga mampu menjadi salah satu penopang perekonomian daerah.

“Harapannya, kita bisa mengglobal ke dunia dan menjadi penopang ekonomi lokal buat kita semua,” ujarnya.

Pada Mahligai Nusantara 2026, BI Balikpapan melibatkan sekitar 65 UMKM yang telah melalui proses kurasi. Puluhan UMKM tersebut berasal dari berbagai sektor, dengan 45 UMKM bergerak di bidang makanan dan minuman (mamin), serta 14 UMKM dari sektor wastra.

Selain menghadirkan produk UMKM, kegiatan tersebut juga menyediakan berbagai layanan pendukung bagi pelaku usaha maupun masyarakat. Di antaranya layanan dan informasi terkait perizinan, kemasan, merek, hingga informasi produk.

Robi menegaskan, Mahligai Nusantara diharapkan menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk saling belajar, berkolaborasi dan berinteraksi sehingga mampu menghasilkan pelaku usaha yang semakin kuat dan positif.

“Mahligai Nusantara buat kami adalah sebagai ekosistem. Kita saling belajar bersama, saling berkolaborasi dan berinteraksi bersama,” katanya.(abd)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *