Geger Jasad Bayi Ditemukan di KM 7 Sebulu

Penemuan jasad bayi di Sebulu yang menggegerkan warga.(Dok.Polsek Sebulu)
Penemuan jasad bayi di Sebulu yang menggegerkan warga.(Dok.Polsek Sebulu)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Penemuan jasad bayi laki laki yang diduga dibuang di kawasan Kilometer (KM) 7 Desa Sebulu Modern, Kecamatan Sebulu menggegerkan warga, Kamis (10/9/2026). Jasad bayi yang ditemukan dalam kondisi meninggal dan sudah berbau menyengat.

Tim Inafis dan Tim aligator Polres Kukar telah turun melakukan penyelidikan.”Penemuan jasad bayi itu berada ditengah hutan, lokasinya dari permukiman warga sekitar 5 km. Ini yang menjadi salah satu kendala dalam upaya mengungkap kasus tersebut,” kata Kanit Reskrim Polsek Sebulu, Novianto, Jumat (11/9/2026).

Read More
banner 300x250

Jasad bayi itu pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Aryani yang kebetulan melintas di sekitar lokasi. Waktu itu, Aryani berhenti di pinggir jalan untuk memberi makan anaknya. Namun, tak lama kemudian ia mencium bau busuk yang berasal dari sekitar tempat tersebut.

Penasaran dengan sumber bau itu, Aryani kemudian melakukan pencarian. Awalnya, ia menemukan sebuah jaket berbahan kain berwarna cokelat yang berada di pinggir jalan.

Namun, saat diperiksa lebih dekat, di samping jaket tersebut terdapat jasad seorang bayi.

“Setelah dilihat lagi, ternyata di sebelahnya ada mayat bayi di atas jaket tersebut,” katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal, bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut diperkirakan telah meninggal dunia sekitar empat hari sebelum dilakukan pemeriksaan.

Sementara dari hasil pemeriksaan awal, bayi itu diperkirakan lahir pada Minggu (6/9/2026).

Untuk mengungkap identitas orang yang diduga membuang bayi tersebut, polisi kini melakukan langkah penelusuran dan penyelidikan. Upaya yang dilakukan adalah mengumpulkan data ibu-ibu yang diketahui melahirkan dalam beberapa minggu terakhir di wilayah Kecamatan Sebulu.

Polsek Sebulu bersama Tim Alligator telah meminta data dari Puskesmas Sebulu 1 dan Puskesmas Sebulu 2.

Data tersebut kemudian akan ditelusuri satu per satu dengan mendatangi rumah warga yang tercatat baru melahirkan.

“Nanti data tersebut kami cek ke rumahnya, apakah bayinya masih ada atau tidak. Jadi kalau misalnya ada data yang melahirkan, kami cek ke rumahnya. Kalau bayinya masih ada, berarti bukan pelakunya,” jelasnya.

Tak hanya melalui Puskesmas, polisi juga bergerak ke Rumah Sakit Parikesit untuk mencari kemungkinan adanya petunjuk lain.

Petugas meminta data pasien yang datang untuk menjalani pengobatan dengan kondisi pendarahan yang diduga terjadi setelah proses persalinan.

“Siapa tahu ada yang berobat ke rumah sakit tersebut, misalnya mengalami pendarahan yang sebelumnya tidak pernah ada laporan kalau dia hamil,” katanya.

Penyelidikan juga diperluas dengan melakukan pengecekan kepada para bidan hingga warga yang biasa membantu proses persalinan atau dikenal sebagai dukun beranak.

Setiap persalinan yang ditangani tenaga kesehatan biasanya akan tercatat dan dilaporkan kepada Puskesmas.

Karena itu, data tersebut menjadi salah satu jalur yang kini ditelusuri polisi untuk mempersempit pencarian terhadap orang yang diduga terlibat.

“Kami konfirmasi semuanya. Apabila memang ada yang dalam minggu-minggu ini meminta bantuan untuk melahirkan, kemudian kami cek rumahnya,” tuturnya.

Apabila dalam penelusuran ditemukan seorang perempuan yang diketahui baru melahirkan, namun bayinya tidak berada bersamanya, hal tersebut akan menjadi petunjuk yang selanjutnya didalami oleh penyidik.(lk)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *