KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong tumbuhnya inovasi dan kreativitas di lingkungan pemerintahan hingga masyarakat. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mempermudah pelaksanaan berbagai program pembangunan.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, saat menghadiri kegiatan Pekan Inovasi dan Kreativitas Daerah Kabupaten Kukar yang dirangkai dengan penyerahan penghargaan kepada para inovator terbaik, Selasa (27/10/2026).
Aulia mengatakan, perkembangan inovasi di Kukar menunjukkan tren yang semakin baik. Ke depan, pemerintah daerah juga akan memperkuat aspek regulasi agar inovasi yang dikembangkan dapat berjalan lebih optimal dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Alhamdulillah, tren inovasi di Kabupaten Kukar terus membaik. Ke depan, kita berusaha membenahi dari perspektif regulasi karena target kami di sektor inovasi pemerintahan adalah mendapatkan Innovative Government Award (IGA) yang dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri,” ujarnya.
Menurut Aulia, inovasi memiliki peran penting bagi organisasi perangkat daerah (OPD), satuan pendidikan, puskesmas, hingga berbagai lembaga pelayanan lainnya. Melalui inovasi, pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan mudah, sekaligus membantu mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi.
Ia berharap seluruh pihak terus mengembangkan gagasan baru yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Namun, pelaksanaannya tetap harus memperhatikan regulasi agar inovasi tidak hanya kreatif, tetapi juga dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kukar, Ahmad Jais, menjelaskan penghargaan yang diberikan merupakan apresiasi terhadap inovator terbaik dalam ajang Inovasi dan Kreativitas Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2025.
Sebanyak 15 inovator menerima penghargaan dari sejumlah kategori, yakni perangkat daerah, kecamatan, desa, kelurahan, serta pemuda dan mahasiswa.
Pada kategori perangkat daerah, juara pertama diraih program Si Kerja dari RSUD Aji Muhammad Parikesit, juara kedua Si Verval dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), dan juara ketiga Bunga Desaku dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).
Sementara pada kategori kecamatan, Petarung Kencana dari Kecamatan Anggana meraih juara pertama, disusul Kompas dari Kecamatan Kota Bangun dan Gerbang Karier Ketenagakerjaan dari Kecamatan Muara Wis.
Jais berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi para inovator untuk terus mengembangkan program yang telah dijalankan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
“Kami berharap inovasi-inovasi ini dapat membentuk ekosistem inovasi yang melibatkan pemerintah daerah, pihak swasta, serta dunia pendidikan, terutama perguruan tinggi,” tandasnya.
Melalui penguatan inovasi yang berkelanjutan, Pemkab Kukar berharap lahir semakin banyak terobosan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di daerah. (Adv/dil)










