KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong lahirnya berbagai inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan. Melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), penjaringan inovasi kini telah mengumpulkan puluhan usulan dari berbagai kalangan, mulai dari perangkat daerah, kecamatan, desa, hingga masyarakat.
Berdasarkan informasi yang disampaikan BRIDA Kukar melalui akun media sosial resminya, pendaftaran inovasi daerah diperpanjang untuk kedua kalinya hingga 31 Oktober 2026 pukul 23.59 Wita. Perpanjangan ini memberikan kesempatan tambahan bagi perangkat daerah, kecamatan, desa, maupun masyarakat untuk melengkapi dan mengajukan inovasi mereka.
Dalam pengumuman tersebut, BRIDA Kukar mencatat sebanyak 56 inovasi telah masuk per 15 Oktober 2026. Jumlah itu berpotensi terus bertambah hingga batas akhir pendaftaran.
Masyarakat dan perangkat daerah dapat melakukan pendaftaran serta melengkapi data inovasi melalui laman sirine.brida.kukarkab.go.id.
BRIDA Kukar mengimbau peserta memastikan data inovasi yang disampaikan lengkap dan valid sebelum batas waktu berakhir. Penjaringan ini diharapkan tidak hanya mendorong partisipasi dalam ajang inovasi daerah, tetapi juga melahirkan gagasan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kepala BRIDA Kukar, Joko Susilo, mengatakan penjaringan tersebut masih berlangsung dan direncanakan ditutup pada akhir Oktober 2026. Sebelumnya, masa pendaftaran telah mengalami dua kali perpanjangan untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada peserta mengajukan inovasi yang dimiliki.
“Di bidang inovasi, saat ini kami juga sedang melaksanakan proses penjaringan inovasi. Hingga saat ini, telah masuk sekitar 80 usulan inovasi yang berasal dari perangkat daerah, kecamatan, desa, maupun masyarakat,” ungkap Joko, Selasa (20/10/2026).
Menurutnya, inovasi bukan sekadar gagasan baru, melainkan upaya untuk menjawab berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat maupun dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Setiap permasalahan membutuhkan pendekatan yang tepat agar penyelesaiannya bisa berjalan lebih efektif. Karena itu, inovasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperbaiki kinerja perangkat daerah, serta mendorong reformasi birokrasi.
Joko menegaskan, pemerintah daerah dan seluruh perangkatnya perlu terus mengembangkan inovasi agar mampu mengikuti kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
“Pada dasarnya, inovasi lahir karena adanya permasalahan yang perlu diselesaikan. Ketika muncul suatu persoalan, diperlukan cara atau pendekatan baru agar penyelesaiannya dapat dilakukan secara lebih efektif,” jelasnya.
Dukungan terhadap pengembangan inovasi juga terlihat di sektor kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, Ismi Mufiddah, menyebut budaya berinovasi di lingkungan puskesmas dan rumah sakit telah didorong sejak sebelum pandemi COVID-19.
Menurutnya, setiap tahun selalu ada perwakilan fasilitas kesehatan yang mengikuti ajang inovasi yang diselenggarakan BRIDA. Inovasi tersebut mencakup berbagai program pelayanan, termasuk pencanangan desa siaga tuberkulosis (TB).
“Jadi, kalau setiap ada Pekan Inovasi BRIDA, dari puskesmas pasti ada yang ikut setiap tahun. Bergantian, dan sekarang pun mereka tetap berinovasi,” ujar Ismi.
Ia menjelaskan, Dinkes tidak hanya mendorong tenaga kesehatan untuk menghasilkan gagasan baru, tetapi juga memberikan fasilitasi sesuai kebutuhan, baik dari sisi kebijakan maupun manajerial. Pengembangan inovasi juga menjadi bagian penting dalam pemenuhan standar akreditasi fasilitas kesehatan.
Terkait peluang meraih juara dalam ajang inovasi tahun ini, Ismi menilai penghargaan bukanlah tujuan utama. Hal terpenting adalah inovasi yang dibuat benar-benar memberikan manfaat dan terus dikembangkan.
“Kalau juara itu bagi kami bonus. Tujuan inovasi adalah peningkatan kualitas pelayanan dan mempermudah pelayanan. Kalaupun tidak mendapat juara, biasanya mereka tetap melanjutkan dan mengembangkan inovasinya,” tandasnya. (Adv/dil)










