KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) mengusulkan revitalisasi SD 021 Tenggarong yang terdampak kebakaran kepada Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP). Usulan tersebut disampaikan setelah Disdikbud melakukan identifikasi terhadap kondisi bangunan sekolah yang terbakar.
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan hasil identifikasi telah dilaporkan kepada BPMP. Ia berharap usulan tersebut segera ditindaklanjuti agar proses rehabilitasi sekolah bisa direalisasikan.
“Pertama, kemarin saya sudah melakukan identifikasi, kemudian langsung kita laporkan ke BPMP untuk diusulkan revitalisasi. Insyaallah, kemarin beliau berkomitmen. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita lakukan rehabilitasi untuk sekolah itu,” kata Heriansyah di Tenggarong, Sabtu (17/10/2026).
Ia memperkirakan kebutuhan anggaran untuk merehabilitasi bangunan sekolah tersebut mencapai sekitar Rp2 miliar. Namun, angka itu masih merupakan perkiraan awal dan belum menjadi nilai final hasil perhitungan teknis.
“Kalau kerugian itu mungkin sekitar dua miliaran kalau kita rehabilitasi kembali,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SD 021 Tenggarong, Rusdiana, mengatakan kunjungan pihak Disdikbud Kukar memberikan harapan bagi sekolahnya untuk mendapatkan pembangunan gedung baru. Menurutnya, bangunan sekolah yang terbakar masuk dalam prioritas penanganan.
Rusdiana menyebut, sekolahnya masih kekurangan ruang kelas. Akibat kebakaran, tiga ruang kelas terdampak sehingga kegiatan belajar mengajar harus diatur kembali agar tetap berjalan.
“Dari kunjungan pihak Disdikbud Kukar, Pak Kadis menyampaikan bahwa bangunan sekolah kami yang terbakar ini masuk prioritas untuk dibangun kembali. Di sekolah ini masih kekurangan tiga ruang kelas. Mudah-mudahan pada 2027 nanti dibangun gedung bertingkat dengan enam ruang kelas,” ungkap Rusdiana.
Ia menjelaskan, pembangunan yang semula diharapkan bisa dilakukan pada tahun ini kemungkinan baru direalisasikan pada 2027, mengingat waktu yang sudah memasuki Oktober. Pembangunan gedung baru tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan ruang belajar sekaligus sarana dan prasarana sekolah.
Sambil menunggu realisasi pembangunan, pihak sekolah berupaya menyiapkan ruang belajar sementara. Rusdiana mengatakan satu ruang kelas akan diperbaiki seadanya agar bisa digunakan, mengingat ruang perpustakaan juga memiliki jadwal khusus untuk kegiatan membaca siswa.
“Untuk sementara, sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa kelas I hingga kelas IV. Sementara itu, siswa kelas V dan VI tetap masuk sekolah dan mengikuti pembelajaran hingga pukul 11.00 Wita,” tambah Rusdiana.
Setelah kegiatan belajar, para siswa turut membantu penataan administrasi dan ruangan yang sebelumnya dipindahkan bersama orang tua saat kejadian kebakaran.
Rusdiana berharap pembangunan gedung baru dapat segera direalisasikan agar kegiatan belajar mengajar kembali berjalan normal dan kebutuhan ruang kelas di SD 021 Tenggarong dapat terpenuhi. (Adv/dil)










