KUKAR, LINGKARKALTIM: Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Kautsar yang berlokasi di Jalan Gunung Pegat, Kelurahan Melayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menerapkan aturan sekolah yang menitikberatkan pada kedisiplinan serta pembentukan akhlak siswa berdasarkan nilai-nilai Islam.
Kebijakan tersebut diterapkan melalui pembiasaan perilaku santun, menjaga adab, serta menjalankan ketentuan sekolah, baik di lingkungan madrasah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala MTs Al Kautsar, Jannah, mengatakan pihak sekolah menekankan pentingnya pembentukan karakter dan akhlak mulia kepada seluruh siswa. Salah satu ketentuan yang diterapkan adalah kewajiban bagi siswi untuk menutup aurat serta pemisahan kelas antara siswa laki-laki dan perempuan.
“Kami selalu menekankan kepada murid untuk menjaga sopan santun dan menjadi siswa yang berakhlakul karimah, baik di sekolah maupun di luar sekolah,” ujar Jannah saat ditemui Lingkarkaltim.com di ruang kerjanya, Sabtu (17/10/2026).
Untuk memastikan aturan sekolah dipahami dan dijalankan, pihak madrasah juga melibatkan orang tua siswa. Sekolah mengadakan pertemuan dengan orang tua untuk membahas berbagai ketentuan yang berlaku di lingkungan madrasah agar terdapat kesepahaman dalam mendidik anak.
“Kami mengumpulkan orang tua murid untuk membahas peraturan yang ada di lingkungan sekolah, yang harus disepakati oleh kedua belah pihak,” katanya.
Meski demikian, Jannah mengakui bahwa penerapan pembiasaan masih menghadapi sejumlah kendala, terutama dalam menjaga konsistensi perilaku siswa ketika berada di luar lingkungan sekolah.
Menurutnya, pembentukan karakter tidak cukup hanya dilakukan melalui penerapan aturan di madrasah, tetapi juga membutuhkan dukungan dan keterlibatan orang tua dalam kehidupan sehari-hari anak.
“Memang sekolah kami ketat dalam pembiasaan Islami, dan kami ingin anak-anak senantiasa menjalankan peraturan tersebut,” tegasnya.
Karena itu, pihak sekolah berharap orang tua dapat turut memberikan motivasi serta membiasakan anak menerapkan nilai-nilai yang diajarkan di madrasah ketika berada di rumah.
Jannah juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang selama ini mendukung proses pendidikan dan pembentukan karakter siswa. Ia berharap sinergi antara sekolah dan keluarga dapat terus diperkuat agar pembiasaan sikap santun, disiplin, dan berakhlak mulia dapat diterapkan secara berkelanjutan.
“Kami berterima kasih kepada orang tua yang telah memberi semangat kepada anak didik kami. Akan lebih baik lagi jika orang tua juga membiasakan anak-anak di rumah dengan mengacu pada peraturan sekolah,” pungkasnya.(ahk/*far)










