KUKAR, LINGKARKALTIM: SD Negeri 007 Tenggarong menggelar kegiatan bootcamp Google Certified Educator Level 1 dan Gemini, pada Sabtu (17/10/2026). Kegiatan yang dilaksanakan di aula SDN 007 Tenggarong tersebut diikuti seluruh guru sebagai upaya meningkatkan kompetensi digital dan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.
Pembinaan tersebut bertujuan memperkenalkan berbagai perangkat dan layanan Google for Education yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Narasumber Google for Education, Fitri, mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengenalan sekaligus pendampingan kepada para guru mengenai pemanfaatan berbagai fitur Google untuk pembelajaran.
“Saya mengajarkan bagaimana fitur-fitur Google ini bekerja dalam pembelajaran, mulai dari Google Classroom, Google Meet, Google Form, dan lainnya,” ujar Fitri saat ditemui di sela-sela kegiatan, Sabtu (17/10/2026).
Menurut Fitri, pengembangan kompetensi digital guru menjadi salah satu langkah penting untuk menyesuaikan sistem pembelajaran dengan perkembangan teknologi saat ini.
Ia mengapresiasi antusiasme para guru SDN 007 Tenggarong yang dinilai memiliki semangat belajar dan kemauan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Meski demikian, Fitri menjelaskan bahwa proses pengembangan sekolah menuju Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) membutuhkan tahapan pembinaan dan pendampingan yang berkelanjutan.
“Prosesnya masih sangat panjang untuk menjadi Kandidat Sekolah Rujukan Google. SDN 007 Tenggarong masih dalam pembinaan untuk menjadi KSRG,” tambahnya.
Fitri berharap para guru terus bersemangat mempelajari dan membiasakan diri menggunakan aplikasi berbasis Google untuk menunjang kegiatan pembelajaran.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan para guru selama proses pembinaan berlangsung.
Sementara itu, Kepala SDN 007 Tenggarong, Sriyati, mengatakan bahwa mengikuti pembinaan untuk memperoleh sertifikasi Google Certified Educator Level 1 dan mempelajari Gemini membutuhkan semangat serta kemauan untuk terus belajar.
Menurutnya, perbedaan usia dan tingkat penguasaan teknologi di kalangan guru menjadi bagian dari tantangan dalam proses adaptasi digital. Namun, hal tersebut tidak menghalangi para guru untuk mengikuti perkembangan teknologi pendidikan.
“Kami memang memiliki guru yang terkadang merasa ragu dalam mengingat materi, tetapi kami semua harus tetap semangat untuk mengikuti perkembangan zaman yang semakin maju, terutama di bidang teknologi,” tutur Sriyati.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi juga menjadi tantangan bagi para guru karena sebagian siswa telah akrab dengan dunia digital. Oleh karena itu, sekolah berupaya meningkatkan kemampuan tenaga pendidik agar dapat mengikuti perkembangan tersebut sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.
Sriyati menyebutkan bahwa SDN 007 Tenggarong secara bertahap berupaya mempersiapkan diri menuju Kandidat Sekolah Rujukan Google. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan kerja sama dan komitmen seluruh guru dalam menjalankan program pembinaan.
“Saya berharap seluruh guru yang terlibat dapat bekerja sama dalam menjalankan program ini. Hasil yang diperoleh nantinya bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga untuk perkembangan sekolah,” pungkasnya.(ahk/*far)










