KUKAR, LINGKARKALTIM: Realisasi investasi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mencapai Rp4,83 triliun per Triwulan III. Capaian tersebut menjadi salah satu upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus memperkuat pengembangan investasi melalui hilirisasi dan industri pengolahan.
Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kukar, Sri Ridayani, mengatakan angka tersebut berasal dari laporan penambahan modal perusahaan yang beroperasi di wilayah Kukar. Hingga saat ini, sektor perkebunan dan pertambangan masih mendominasi realisasi investasi.
“Realisasi investasi pada 2026 saat ini telah mencapai Rp4.832.110.206.745. Angka tersebut merupakan hasil laporan penambahan modal dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di daerah ini,” ungkap Sri, Kamis (15/10/2026).
Meski demikian, capaian tersebut masih perlu ditingkatkan untuk mengejar target investasi tahun ini yang diperkirakan mencapai sekitar Rp16 triliun. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong pengembangan sektor usaha yang berpotensi menarik investor sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.
Menurut Sri, arah kebijakan investasi Kukar ke depan tidak hanya bertumpu pada sektor ekstraktif atau pengambilan sumber daya alam dalam bentuk bahan mentah. Pemerintah juga mendorong hilirisasi agar komoditas unggulan daerah dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah komoditas kelapa sawit. Selain dipasarkan sebagai bahan baku, komoditas tersebut dapat diolah menjadi minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO), minyak goreng, serta berbagai produk turunan lainnya.
Pemerintah saat ini juga melakukan pemetaan potensi wilayah dan peluang pengembangan hilirisasi untuk menentukan komoditas yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Upaya ini diharapkan mampu membuka peluang usaha baru, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kukar, Alfian Noor, menjelaskan realisasi investasi pada 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pada 2024, investasi tercatat sekitar Rp16 triliun hingga Rp17 triliun, sedangkan pada 2025 turun menjadi sekitar Rp12 triliun hingga Rp12,5 triliun tapi target investasi 2025 sebesar Rp7,3 triliun tetap tercapai,” ungkapnya,Kamis (15/10/26).
Alfian menyebut pergeseran sebagian aktivitas investasi ke Ibu Kota Nusantara (IKN) serta perlambatan sektor pertambangan menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi kondisi tersebut.
Untuk meningkatkan daya tarik investasi, Pemkab Kukar juga mendorong percepatan pengembangan kawasan industri yang direncanakan memiliki luas sekitar 5.000 hektare. Rancangan peraturan daerah terkait kawasan industri tersebut masih dalam pembahasan bersama DPRD Kukar.
Melalui pengembangan kawasan industri, hilirisasi, dan kemitraan antara perusahaan besar dengan masyarakat melalui koperasi, pemerintah berharap investasi di Kukar semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian daerah.(Adv/dil)










