Bantuan Beras di Kelurahan Melayu Mulai Disalurkan

Kegiatan Pembagian Beras Bulog Kepada Masyarakat Kelurahan Melayu, Tenggarong (Dok. Kelurahan Melayu)
Kegiatan Pembagian Beras Bulog Kepada Masyarakat Kelurahan Melayu, Tenggarong (Dok. Kelurahan Melayu)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM.COM: Bantuan beras dari Perum Bulog mulai disalurkan kepada masyarakat di Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Lurah Melayu, Muhammad Hafidz, mengatakan penerima bantuan ditetapkan berdasarkan kuota dan data yang telah diverifikasi melalui desil oleh pemerintah pusat. Kelurahan menerima data penerima yang telah ditetapkan tersebut untuk kemudian dilakukan verifikasi kembali di tingkat wilayah.

Read More
banner 300x250

“Kelurahan hanya menerima hasil data yang sudah ditetapkan dari pusat melalui Bulog. Data tersebut sebelumnya diverifikasi berdasarkan desil,” kata Hafidz Selasa (15/9/2026).

Untuk Kelurahan Melayu, bantuan tersebut diberikan kepada sekitar 547 kepala keluarga (KK). Setiap penerima memperoleh tiga karung beras dengan berat masing-masing 5 kilogram, sehingga total bantuan yang diterima mencapai 15 kilogram beras per KK.

Hafidz menjelaskan, penyaluran telah berlangsung sejak Rabu dan secara bertahap terus dilakukan. Hingga hari keempat penyaluran, masih terdapat sekitar 94 KK dari total penerima yang belum menerima bantuan.

Menurutnya, penerima bantuan merupakan masyarakat yang masuk dalam desil 1 hingga desil 4. Namun, apabila ditemukan penerima yang sudah pindah domisili, mengalami perubahan kondisi ekonomi, atau tidak lagi berdomisili di Kelurahan Melayu, data tersebut dapat dilakukan pergantian.

“Kalau di lapangan ditemukan ada yang sudah pindah, naik desil atau dianggap sudah mampu, maupun sudah tidak berdomisili di Kelurahan Melayu, bisa dilakukan pergantian. Tetapi dengan catatan penggantinya tetap masuk desil 1 sampai 4,” jelasnya.

Dalam proses tersebut, peran Ketua RT dinilai sangat penting. Sebelum bantuan disalurkan, data penerima terlebih dahulu diberikan kepada masing-masing RT untuk diverifikasi berdasarkan kondisi riil warga di wilayahnya.

“RT merupakan mitra kelurahan dan paling mengetahui kondisi warga di wilayahnya. Jadi, kami meminta RT melakukan verifikasi ulang, apakah penerima masih berdomisili di tempat dan memang layak mendapatkan bantuan,” ujarnya.

Kelurahan Melayu memiliki 47 RT dan seluruh RT mendapatkan alokasi penerima bantuan, meski jumlah penerimanya berbeda-beda. Ada RT yang menerima alokasi tiga, lima, hingga lebih dari lima KK.

Hafidz menegaskan, mekanisme verifikasi tersebut dilakukan agar bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran. Data dari Bulog menjadi dasar awal, kemudian kembali disaring melalui verifikasi RT sebelum proses distribusi dilakukan.

“Jadi ketika beras datang tidak langsung dibagikan. Data penerima sudah kami terima sebelumnya, kemudian kami berikan kepada RT untuk diverifikasi. Setelah itu baru dilakukan pendistribusian,” katanya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi stimulan sekaligus membantu meringankan beban masyarakat, terutama warga yang sedang menghadapi tekanan ekonomi.

“Harapannya bantuan dari pemerintah tidak terputus. Tidak hanya beras, tetapi juga bantuan lainnya, baik sembako, uang tunai maupun bentuk bantuan lainnya,” harap Hafidz.

Sementara itu, Ketua RT 47 Kelurahan Melayu, Riduan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bulog atas bantuan beras yang diberikan kepada masyarakat, khususnya warga kurang mampu di wilayahnya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dan program serupa dapat terus berlanjut.

“Semoga dengan adanya bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat yang kurang mampu dan program bantuan ini bisa berlanjut ke depannya,” ujar Riduan.(ahk)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *