Sumur Bor Persawahan Bukit Biru Tak Berfungsi, Petani Berharap Segera Diperbaiki

Sumur Bor Bukit Biru
Sumur Bor Bukit Biru
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Harapan petani di kawasan persawahan Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, untuk mendapatkan pasokan air dari sumur bor belum sepenuhnya terwujud.

Dari tiga unit sumur bor yang dibangun pada 2023, satu di antaranya kini tidak lagi berfungsi sehingga tidak dapat dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian.

Read More
banner 300x250

Sumur bor tersebut merupakan hasil pembangunan pemerintah daerah bekerja sama dengan Kodim 0906/Kukar. Namun, kerusakan pada salah satu komponen kelistrikan membuat pompa air tidak dapat dioperasikan.

Salah seorang petani Kaliman mengatakan, kerusakan terjadi tidak lama setelah sumur bor selesai dibangun.

Menurutnya, komponen kelistrikan terbakar akibat pompa bekerja terlalu berat karena penghisapan air tidak maksimal.

“Komponen kelistrikannya terbakar karena pompa terus bekerja, sementara penghisapan airnya tidak maksimal,” kata Kaliman pada Lingkarkaltim, di Tenggarong, Sabtu (1/8/2026).

Ia menduga penyebab utama tidak optimalnya pengambilan air adalah panjang pipa penghisap yang tidak mencapai sumber mata air.

Berdasarkan informasi yang diterimanya dari petani lain, pipa yang digunakan diperkirakan tidak mencapai kedalaman sekitar 60 meter.

“Masih ada sisa pipa yang tidak digunakan, sehingga kami menduga pipa penghisapnya tidak sampai ke sumber air,” sebutnya.

Ketersediaan air menjadi faktor penting dalam mendukung produktivitas pertanian. Selama ini, petani masih mengandalkan sistem tadah hujan serta membendung aliran air untuk dialirkan ke sawah.

Apabila sumur bor dapat kembali berfungsi dengan baik, satu unit sumur seharusnya mampu mengairi sekitar empat hingga lima hektare lahan pertanian.

“Kami berharap sumur bor ini segera diperbaiki agar bisa dimanfaatkan kembali oleh petani,” ucapnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara Muhammad Rifani menjelaskan, pembangunan sumur bor di Bukit Biru merupakan pekerjaan Dinas Pekerjaan Umum (PU).

“Sebelum pembangunan dilakukan, Dinas PU sudah berkoordinasi dengan kami agar pelaksanaannya tidak tumpang tindih,” jelas Rifani.

Terkait laporan adanya sumur bor yang tidak berfungsi secara maksimal, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas PU untuk menindaklanjuti dan mencari solusi perbaikannya.

“Kami akan berkoordinasi dengan Dinas PU terkait kondisi sumur bor tersebut agar bisa ditindaklanjuti,” pungkasnya. (Kik)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *