KUKAR, LINGKARKALTIM: Prestasi luar biasa dan membanggakan lahir dari ujung barat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Julita Rista Lestari, siswi kelas 10 SMA Negeri 1 Tabang, berhasil melenggang mulus menjadi salah satu terbaik yang terpilih sebagai anggota Paskibraka Nasional 2026 perwakilan Provinsi Kalimantan Timur.
Kabar kelulusan remaja kelahiran 1 Juli 2010 ini dipastikan setelah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengumumkan hasil seleksi akhir secara langsung via YouTube, Senin (22/6/2026) siang pukul 11.30 WITA.
Suasana haru sekaligus tidak menyangka menyelimuti kediaman orang tua Julita di Desa Umaq Dian, Kecamatan Tabang. Sang ibu, Maria dan Bapak Tesalonika mengaku sempat gemetaran dan tidak berani menonton langsung tayangan pengumuman tersebut.
“Saya sebenarnya enggak berani nonton. Jadi cuma minta informasi dari BPIP aja, pas dikasih tahu datanya lolos, langsung terharu. Puji Tuhan, terima kasih sekali untuk semua yang sudah mendukung dan mendoakan,” ungkap Maria dengan suara bergetar bangga, Senin (22/6/2026).
Maria menceritakan, putri sulungnya itu memang memiliki tekad yang sangat kuat sejak pertama kali masuk SMA. Uniknya, motivasi Julita sempat terlecut dari cerita sang ayah yang dulunya juga merupakan mantan anggota Paskibraka tingkat kecamatan.
“Waktu baru masuk kelas 10 bulan Juli lalu, dia lihat anak-anak SMA latihan paskibraka. Dia bilang, ‘Mak, Tata (panggilan akrab Julita) pengen ikut paskib’. Terus besoknya dia bilang lagi, ‘Mak, pokoknya cita-cita Tata mau jadi paskib, tapi Tata mau jadi paskibnya di IKN’,” kenang Maria menirukan ucapan anaknya.
Demi mengejar impiannya, Julita diam-diam melakukan persiapan mandiri yang ketat di rumah. Setiap sore, ia konsisten menjaga pola makan, menurunkan berat badan, hingga rutin melakukan latihan fisik dan jogging.
Meski terlihat tangguh, Julita sendiri mengakui bahwa mentalnya sempat diuji saat mengikuti seleksi di tingkat Provinsi Kaltim. Melihat ketatnya persaingan dan kemampuan public speaking kompetitor lain yang dinilainya keren, Julita sempat merasa pesimis.
“Waktu di kabupaten saya merasa biasa aja karena persiapan matang. Tapi pas di provinsi, persiapannya cuma tiga hari. Di pertengahan seleksi sempat kepikiran, wah kayaknya saya enggak bakal lulus deh. Tapi di situ saya langsung berdoa terus, dan Puji Tuhan bisa lanjut sampai seleksi pusat,” tutur gadis yang hobi bermain gitar ini.
Julita menjelaskan, proses seleksi berjalan sangat adil namun komprehensif, mulai dari tes kesemaptaan, TWK-TU, kesehatan, PBB, hingga tes minat bakat.
Keberhasilan Julita ini juga mencetak sejarah baru bagi sekolahnya. Kepala SMAN 1 Tabang, Jumran, menegaskan pihak sekolah sedari awal sudah optimis dengan potensi yang dimiliki anak didiknya tersebut. Selain memiliki postur fisik dan akademik yang matang, Julita dikenal aktif sebagai Ketua OSIS.
“Kami sangat-sangat bangga. Baru kali ini anak didik kami bisa lolos ke tingkat nasional, setelah tahun 2024 lalu hanya sampai tingkat provinsi. Julita ini adalah pelopor bagi SMAN 1 Tabang, mudah-mudahan prestasinya memotivasi siswa-siswi yang lain,” kata Jumran.
Apresiasi tinggi turut datang dari Camat Tabang, Azmi Riyandi Elvander. Menurutnya, pencapaian Julita adalah bukti nyata keterbatasan geografis bukan penghalang bagi pemuda daerah untuk bersaing di level tertinggi.
“Jangan melihat lagi kedudukan Tabang ini berada di paling ujung wilayah Kukar. Walaupun secara geografi kita paling jauh dari kota, tapi semangat Julita membuktikan kita bisa berkompetisi dengan siswa di kota,” tegas Azmi.
Azmi juga berharap keberhasilan Julita menjadi pemantik semangat bagi adik-adik tingkatnya, termasuk pasukan paskibraka kecamatan yang tengah bersiap untuk upacara 17 Agustus 2026 nanti, agar bisa mengikuti jejak emas Julita di tahun 2027 mendatang.
Di akhir obrolan, Julita memberikan pesan hangat untuk rekan-rekan seperjuangannya yang belum lolos dalam seleksi tahun ini.
“Pesan saya untuk teman-teman yang mungkin belum rezekinya, pokoknya tetap semangat dan jangan patah semangat. Harus tetap bersyukur. Walaupun kita nanti berbeda tempat bertugas, tapi kita tetap sama,” pungkas Julita penuh semangat. (Dil)










