KUKAR, LINGKARKALTIM: Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri terus mendorong penguatan sektor kesehatan, mulai dari pengembangan layanan radioterapi hingga penanganan kekurangan tenaga dokter di sejumlah wilayah terpencil.
Aulia mengungkapkan bahwa mereka telah melakukan audiensi dengan Kementerian Kesehatan membahas hal tersebut.
Berbagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Kukar, terutama dalam penanganan penyakit kanker dan pemerataan tenaga medis di daerah.
Ia ingin kehadiran layanan radioterapi di Kukar dapat membantu mengurangi antrean panjang pasien kanker yang selama ini banyak bergantung pada layanan di Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda.
Dia mengucapkan, tingginya kebutuhan layanan radioterapi membuat waktu tunggu pasien di RS AWS Samarinda bisa mencapai tiga bulan.
“Hari ini yang kita pahami bahwa antrian orang untuk melaksanakan radioterapi di Rumah Sakit AWS itu tiga bulan. Nah harapan kita dengan hadirnya radioterapi di Kutai Kartanegara itu bisa lebih mengurangi lagi waktu tunggu orang untuk mendapatkan layanan radioterapi ini,” ucap dia, Senin (25/5/2026).
Ia menerangkan, layanan radioterapi memiliki peran penting dalam penanganan pasien kanker, sehingga keberadaan fasilitas tersebut memberi dampak besar bagi sektor kesehatan Kukar.
“Tentunya kita pahami bahwa radioterapi ini diberikan kepada saudara-saudara kita yang mengidap atau sedang penyintas cancer (kanker). Jadi harapan kita ini bisa sangat membantu untuk warga masyarakat kita utamanya yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujar Aulia.
Selain itu, Pemkab Kukar melakukan penanganan kekurangan tenaga dokter di sejumlah fasilitas kesehatan daerah.
Ia menjelaskan, saat ini masih terdapat dua puskesmas yang belum memiliki dokter tetap, yakni Puskesmas Tabang dan Puskesmas Muara Wis.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah daerah bersama Kementerian Kesehatan telah mendiskusikan skema perekrutan tenaga dokter melalui mekanisme pengadaan yang sesuai aturan.
“Nah, kemarin juga kita sudah bersepakat untuk merekrut tenaga dokter melalui mekanisme yang ada di LKPP atau melalui pengadaan barang jasa. Mekanismenya sudah kita diskusikan,” jelas dia.
Aulia memastikan langkah tersebut akan segera dijalankan agar pelayanan kesehatan di wilayah terpencil tetap berjalan optimal dan masyarakat dapat memperoleh akses layanan medis yang layak.
“Insya Allah ini akan segera kita eksekusi untuk mengatasi kelangkaan dokter yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara,” tutupnya. (ASR)










