KUKAR, LINGKARKALTIM: Kondisi jembatan utama yang menghubungkan antardesa di Desa Rebaq Rinding, Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara (Kukar), kian memprihatinkan. Demi mencegah terjadinya kecelakaan, warga bersama aparatur desa dan Babinsa terpaksa memasang tiang penyangga tambahan secara swadaya.
Kepala Desa (Kades) Rebaq Rinding, M. Asnan, mengungkapkan kerusakan jembatan sepanjang 6 meter tersebut sudah berlangsung selama kurang lebih setengah tahun.
Pihak desa sebenarnya telah mengajukan perbaikan ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara.
“Prosesnya sudah sampai DPA dan semuanya sudah klir, bahkan sudah selesai dilelang. Cuma memang untuk pelaksanaan fisiknya saja yang belum berjalan,” ujar Asnan, Kamis (16/7/2026).
Kekhawatiran akan keselamatan warga membuat pihak desa sempat mengambil tindakan tegas. Karena takut ada mobil yang terperosok atau jatuh saat melintas, pemerintah desa berkoordinasi dengan Babinsa setempat untuk menutup jembatan tersebut demi mengantisipasi kecelakaan.
Meski begitu, jembatan ini merupakan akses vital dan jalan utama yang menghubungkan mobilitas masyarakat antardesa. Melihat kondisi tersebut, warga akhirnya bergotong royong memberikan perbaikan darurat agar jembatan tetap bisa dilalui untuk sementara waktu.
“Kadang masyarakat desa memang sangat perlu lewat di jembatan itu. Jadi mereka bantu perbaiki bersama kita untuk sementara saja. Biar mobil bisa lewat dulu, kami tambahkan tongkat kayu (tiang) dan sambungan untuk ketahanan sementara,” tutur Asnan.
Menyikapi kondisi infrastruktur yang krusial ini, Camat Muara Muntai, Mulyadi, mengimbau seluruh masyarakat yang melintas untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia secara khusus meminta para pengendara mobil, terutama angkutan barang, untuk lebih bijak saat melintas.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan saat menggunakan fasilitas jalan dan jembatan ini. Untuk pengguna kendaraan roda empat, tolong lebih bijak dengan memperhatikan beban kendaraannya. Kendaraan angkutan seperti pick up atau angkutan barang jangan membawa muatan yang berlebihan, karena dikhawatirkan bisa merusak jembatan yang kondisinya sudah berumur,” tegas Mulyadi.
Mulyadi berharap proses perbaikan jembatan utama ini bisa segera direalisasikan oleh dinas terkait agar urat nadi transportasi dan ekonomi masyarakat desa bisa kembali normal tanpa ada rasa cemas.
“Harapan kami jembatan yang ada di Desa Rebaq Rinding ini bisa segera dibangun secepatnya. Supaya aktivitas transportasi jalan bisa berjalan normal dan kita semua bisa menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tutup Camat. (Dil)










