Pemkab Kukar dan Pemprov Kaltim akan Kerjasama Bangun Jembatan Anggana–Sangasanga

Rakor Pemkab Kukar dan Pemprov Kaltim. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Rakor Pemkab Kukar dan Pemprov Kaltim. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM:  Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mulai menjajaki kerja sama pembangunan Jembatan Anggana–Sangasanga.

Proyek infrastruktur berskala besar ini dirancang agar mampu membuka konektivitas baru sekaligus mendorong pertumbuhan kawasan ekonomi di wilayah pesisir.

Read More
banner 300x250

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Wiyono menjelaskan bahwa rencana pembangunan jembatan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi antara Pemkab dan Dinas PUPR Kaltim, yang merupakan tindak lanjut arahan gubernur untuk memperkuat kolaborasi antar pemerintah.

“Pak Bupati mengundang Kepala Dinas PUPR Provinsi untuk berkoordinasi terkait pembangunan Jembatan Anggana–Sangasanga. Ini bagian dari upaya pengembangan kawasan ekonomi,” kata dia kepada awak media, Rabu (8/4/2026).

Ia menerangkan, keberadaan jembatan ini nantinya akan meningkatkan aksesibilitas antarwilayah, memperpendek jarak tempuh, serta memperlancar arus distribusi barang dan mobilitas masyarakat.

“Harapannya akses semakin baik, jarak semakin dekat, dan distribusi barang maupun orang menjadi lebih lancar,” terang Wiyono.

Meski demikian, proyek tersebut masih berada pada tahap perencanaan awal.

Dia mengungkapkan, nilai investasi pembangunan jembatan diperkirakan mencapai Rp1 hingga Rp2 triliun, sehingga membutuhkan perencanaan matang dan kolaborasi pendanaan antara pemerintah daerah dan provinsi.

“Ini masih tahap perencanaan karena nilainya cukup besar. Tapi ke depan harus kita desain agar kawasan tersebut bisa berkembang optimal,” ujarnya.

Wiyono mengatakan, pembangunan jembatan juga berpotensi memberikan dampak ekonomi signifikan, terutama dalam penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat di sekitar kawasan.

Dari hasil studi kelayakan Feasibility Study (FS), terdapat tiga alternatif pembangunan yang tengah dikaji.

Alternatif pertama mencakup pembangunan satu jembatan sepanjang 1.025 meter dengan akses jalan sekitar 3,25 kilometer dan kebutuhan lahan sekitar 27 hektare.

Alternatif kedua melibatkan dua jembatan masing-masing sepanjang 1.210 meter dan 680 meter, dengan panjang jalan mencapai 5 kilometer dan kebutuhan lahan sekitar 50,1 hektare.

Sementara alternatif ketiga menawarkan tiga jembatan dengan panjang masing-masing 450 meter, 415 meter, dan 650 meter. Total panjang jalan pada opsi ini mencapai 7,6 kilometer dengan kebutuhan lahan sekitar 78,4 hektare.

“Semua masih berupa opsi. Nanti akan kita kaji lebih lanjut, termasuk peninjauan lapangan sesuai arahan Bupati,” ujar dia.

Senada dengan itu, Kepala Dinas PUPR Kaltim, Dr. Aji Muhammad Fitra Firnanda menegaskan bahwa saat ini proyek masih berada pada tahap studi awal berupa pemaparan FS.

“Nanti akan dirapatkan lagi secara internal sebelum diputuskan bersama Pemkab Kukar,” sebutnya.

Ia menyebut, pembangunan jembatan ini akan membuka akses baru yang menghubungkan wilayah pesisir, sehingga memberikan dampak strategis bagi pengembangan kawasan di kedua sisi.

Untuk titik lokasi, terdapat beberapa opsi, baik di wilayah Anggana maupun Sangasanga.

Di sisi Sangasanga, lokasi yang dipertimbangkan antara lain kawasan Pendingin hingga Palaran, sementara di sisi Anggana berkisar dari Kutai Lama hingga Muara Madapit.

Terkait desain konstruksi, dia mengatakan belum ada keputusan apakah jembatan akan menggunakan model gantung, cable stayed, atau bentuk lainnya.

Penentuan tersebut akan dilakukan setelah lokasi final ditetapkan dan dokumen perencanaan detail atau Detail Engineering Design (DED) disusun.

“Yang penting sekarang kita tentukan trase-nya dulu. Setelah itu baru kita masuk ke DED dan desain konstruksinya,” tutur Firnanda.

Ia menjelaskan, inisiatif pembangunan jembatan ini berasal dari Pemkab Kukar yang kemudian ditawarkan kepada Pemprov Kaltim.

“Ini inisiatif dari Kukar dan sejalan dengan program provinsi, sehingga kita dorong menjadi kerja sama,” pungkas dia. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *