MGRM Tebar Dividen Rp25,5 Miliar, Perkuat Peran BUMD Migas Kukar

PT. MGRM dan Bupati Kukar beserta jajarannya mengadakan rapat untuk membahas pembagian deviden PT MGRM. (Dok. MGRM)
PT. MGRM dan Bupati Kukar beserta jajarannya mengadakan rapat untuk membahas pembagian deviden PT MGRM. (Dok. MGRM)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: PT. Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM) kembali menunjukkan kinerja positif sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sektor energi dengan membagikan dividen sebesar Rp25,581 miliar kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2024.

RUPS LB dipimpin langsung oleh Komisaris MGRM dan dihadiri Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dr. Aulia Rahman Basri selaku pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan 99 persen saham.

Read More
banner 300x250

Pembagian dividen ini menjadi bukti kontribusi nyata MGRM terhadap pendapatan daerah, sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai motor penggerak ekonomi daerah di sektor migas dan energi turunan.

Selain agenda pembagian dividen, RUPS LB juga menyoroti dua agenda strategis lainnya, yakni pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2026 serta penugasan MGRM untuk pemanfaatan lahan milik Pemerintah Kabupaten Kukar di Desa Jongkang, yang direncanakan untuk mendukung pengembangan bisnis perseroan.

Direktur MGRM, Efri Novianto menjelaskan bahwa penetapan dividen merupakan tindak lanjut dari RUPS Tahunan yang telah dilaksanakan pada Juli 2025.

Saat itu, pemegang saham meminta agar skema pembagian laba dan arah bisnis perusahaan dibahas lebih mendalam dalam forum tersendiri.

“Dari laba bersih tahun buku 2024 sebesar Rp47,690 miliar, pemegang saham menghendaki pembahasan yang lebih detail terkait skema bisnis dan penggunaannya, sehingga diputuskan melalui RUPS Luar Biasa yang dibarengkan dengan pembahasan RKAP 2026,” ujar dia, Rabu (31/12/2025).

Ia menjelaskan dari hasil pembahasan tersebut, pemegang saham akhirnya menyepakati pembagian dividen sebesar Rp25,581 miliar yang akan didistribusikan sesuai dengan porsi kepemilikan saham.

“Alhamdulillah seluruh proses berjalan lancar dan keputusan dapat diambil secara mufakat,” tutur Efri.

Dalam rapat tersebut, manajemen MGRM juga memaparkan target laba bersih tahun 2026 sebesar Rp40,825 miliar. Target tersebut dinilai cukup ambisius, mengingat tantangan sektor migas yang saat ini dihadapi perseroan.

Dia mengakui bahwa hingga kini pendapatan utama MGRM masih bertumpu pada Participating Interest (PI) 10 persen di blok migas, yang dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan tren penurunan produksi.

“Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan. Oleh karena itu, kami terus berupaya melakukan diversifikasi bisnis agar tidak bergantung sepenuhnya pada PI migas,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipatif, MGRM saat ini mengembangkan sejumlah lini usaha baru di luar sektor hulu migas, di antaranya perdagangan dan transportasi BBM, VHS, serta keterlibatan dalam berbagai proyek kerja sama dengan Pertamina dan perusahaan-perusahaan afiliasi.

Tak hanya itu, ke depan MGRM juga mulai menjajaki peluang bisnis trading gas LNG dan CNG, sekaligus mendorong agar perseroan dapat dilibatkan sebagai penerima Participating Interest pada blok-blok migas baru yang dikelola Eni Group.

Pihaknya berharap hal tersebut mampu memperkuat keberlanjutan usaha MGRM sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kukar.

“Mohon doa dan dukungan dari semua pihak agar target serta cita-cita perusahaan ke depan dapat terwujud, sehingga MGRM terus memberi manfaat bagi daerah dan masyarakat Kukar,” pungkas dia. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *