KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Koperasi dan UKM (Diskop-UKM) memulai rangkaian kegiatan Pelatihan Peningkatan SDM bagi Pengurus dan Pengawas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Plt. Kepala Diskop-UKM Kukar, Thaufiq Zulfian Noor mengatakan kegiatan ini dilakukan serentak secara nasional.
“Hari ini kita mulai pelatihan di Tenggarong dengan peserta dari Kecamatan Tenggarong, Tenggarong Seberang, Loa Kulu, Sebulu, dan Loa Janan. Nanti kegiatan juga dilanjutkan di tujuh lokasi lain seperti Tabang, Muara Kaman, dan Kota Bangun,” jelas Thaufiq saat ditemui usai pembukaan pelatihan, Kamis (13/11/2025)
Ia menjelaskan, pelatihan ini difokuskan untuk meningkatkan kapasitas pengurus dan pengawas koperasi agar mampu memahami prinsip-prinsip dasar perkoperasian, kebijakan pemerintah, hingga manajemen usaha secara profesional.
Dia menegaskan bahwa keberhasilan koperasi bukan hanya diukur dari aktifnya usaha, tetapi juga dari kuatnya sistem kelembagaan yang menopangnya.
“Tujuannya satu, agar pengurus memahami prinsip, kebijakan, kelembagaan, dan manajemen usaha. Kelembagaan itu penting. Kalau kelembagaannya bagus tapi usahanya tidak jalan, tidak baik. Tapi kalau usahanya jalan, kelembagaannya tidak bagus, juga repot nanti dalam pertanggungjawaban,” ujar Thaufiq.
Dia menjelaskan, koperasi memiliki karakteristik yang berbeda dengan korporasi biasa. Koperasi tidak hanya berorientasi pada keuntungan, melainkan juga menuntut akuntabilitas dan partisipasi anggota sebagai bagian dari sistem pengawasan internal.
Ia menerangkan, pelatihan ini berlangsung selama tiga hari dan membahas berbagai topik penting yang berkaitan dengan pengelolaan koperasi modern.
“Untuk hari ini materinya tentang prinsip kebijakan dan kewirausahaan. Secara keseluruhan nanti mencakup arah kebijakan dan tata kelola koperasi, kepemimpinan, kewirausahaan, manajemen bisnis, keuangan, pajak, dan penyusunan proposal bisnis,” jelasnya.
Thaufiq menegaskan, Pemkab Kukar ingin memastikan agar seluruh koperasi Merah Putih yang telah terbentuk di desa dan kelurahan tidak hanya eksis di atas kertas, tetapi benar-benar berjalan dan berperan aktif dalam ekonomi lokal.
“Yang penting usahanya bisa jalan. Tapi kelembagaan juga harus kuat. Ini dua hal yang saling melengkapi supaya koperasi tidak sekadar berdiri, tapi bisa berkembang,” pungkas dia. (ASR/ADV)










