Distanak Kukar Perkuat Data dan Regenerasi Petani Milenial untuk Dorong Produktivitas Pertanian

Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik
Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat basis data pertanian serta mendorong regenerasi petani muda untuk menjaga keberlanjutan sektor pangan daerah. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan daya saing pertanian di tengah tantangan perubahan zaman dan pergeseran minat generasi muda terhadap dunia pertanian.

Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik, menjelaskan bahwa saat ini Kukar memiliki sekitar 48 ribu kelompok tani aktif yang terdaftar dalam sistem penyuluhan pertanian (SIMLUTAN). Data tersebut terus diperbarui untuk memastikan seluruh kelompok dan anggotanya terfasilitasi secara tepat dalam program pembinaan, bantuan alat, maupun akses pembiayaan.

Read More
banner 300x250

“Pembaruan data ini sangat penting. Dengan data yang akurat, kita bisa memastikan bantuan pemerintah dan program pengembangan benar-benar sampai ke petani yang aktif dan produktif,” ujar Taufik, Rabu (29/10/2025).

Selain memperkuat data kelompok tani, Distanak Kukar juga fokus mendorong petani milenial agar terlibat aktif dalam sektor pertanian modern. Berdasarkan data terbaru, terdapat sekitar 500 petani milenial di Kukar yang kini menjadi bagian dari kelompok tani binaan dan penerima program pelatihan teknologi pertanian.

“Regenerasi petani menjadi kunci masa depan pertanian Kukar. Karena itu, kami terus membina petani milenial agar lebih melek teknologi dan mampu memanfaatkan inovasi digital di bidang pertanian,” jelasnya.

Taufik menilai, tantangan utama sektor pertanian di Kukar bukan hanya pada aspek produksi, tetapi juga pada pengelolaan sumber daya manusia dan infrastruktur pendukung, terutama irigasi dan lahan. Karena itu, Distanak menggandeng berbagai instansi, seperti Dinas PUPR dan Bappeda, untuk memperbaiki jaringan irigasi dan mendorong pemanfaatan lahan tidur.

“Produktivitas pertanian tidak akan naik kalau irigasi dan tata kelola lahan tidak baik. Maka dari itu, kami bersinergi lintas sektor agar seluruh rantai produksi berjalan optimal,” ujarnya.

Selain pembinaan SDM dan infrastruktur, Distanak Kukar juga mendapatkan dukungan dari Kementerian Pertanian RI berupa bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta program optimasi lahan rawa di empat kecamatan, yakni Marangkayu, Anggana, Samboja, dan Jahab dengan total luas 1.403 hektare.

“Bantuan dari pusat masih berlanjut tiap tahun. Fokusnya pada peningkatan produktivitas, efisiensi kerja, dan pengelolaan lahan yang lebih optimal,” tambahnya.

Melalui penguatan data, peningkatan kapasitas petani muda, dan sinergi lintas sektor, Taufik optimistis pertanian Kukar akan terus tumbuh dan berkontribusi signifikan terhadap ekonomi daerah.

“Kukar punya potensi besar di bidang pertanian. Tugas kami memastikan potensi itu dikelola dengan data yang akurat, SDM yang tangguh, dan dukungan infrastruktur yang kuat,” pungkasnya. (WAN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *