Distanak Kukar Dorong Petani dan Peternak Tangguh Lewat Program Kredit, Bantuan, dan Optimalisasi Lahan

Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik
Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara terus berupaya memperkuat sektor pertanian dan peternakan dengan berbagai langkah nyata. Mulai dari peningkatan akses permodalan, bantuan alat mesin pertanian, hingga optimalisasi lahan di sejumlah wilayah.

Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik, menjelaskan bahwa pemerintah daerah bekerja sama dengan Bankaltimtara dan Dinas Koperasi dan UKM dalam menyalurkan Kredit Kukar Idaman (KKI). Program ini memberikan kemudahan akses pembiayaan bagi petani, peternak, dan nelayan agar bisa mengembangkan usaha produktif.

Read More
banner 300x250

“Kami minta penyuluh pertanian di setiap desa untuk aktif mensosialisasikan program ini. Jangan sampai disalahpahami, karena KKI bukan hibah, tapi kredit dengan mekanisme perbankan yang tetap harus dipenuhi syaratnya,” jelas Taufik, Rabu (29/10/2025).

Menurutnya, setiap calon penerima kredit terlebih dahulu diidentifikasi dan diseleksi agar program tepat sasaran. Distanak membantu proses awal dengan menginventarisasi petani dan peternak yang berminat, sebelum data mereka diserahkan ke pihak bank untuk penilaian kelayakan.

“Kami juga membantu mengecek riwayat debitur agar tidak bermasalah, misalnya masih punya tunggakan di koperasi atau pinjaman online. Jadi yang benar-benar layak, itu yang kami dorong untuk mendapat fasilitas kredit,” ujarnya.

Selain program permodalan, Distanak Kukar juga mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian RI melalui bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta program optimasi lahan rawa. Tahun ini, Kukar memperoleh alokasi seluas 1.403 hektare di wilayah Marangkayu, Anggana, Samboja, dan Jahab.

“Bantuan dari Kementerian Pertanian masih terus berjalan tiap tahun. Tahun ini fokus pada optimasi lahan rawa dan bantuan alsintan agar produktivitas petani meningkat,” kata Taufik.

Ia menambahkan, kunci utama peningkatan hasil pertanian terletak pada pengelolaan air dan irigasi. Distanak pun berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk memperbaiki sistem irigasi dan memperluas areal tanam produktif.

“Air itu faktor vital. Kalau tata kelolanya baik, indeks pertanaman bisa naik. Karena itu kami berkolaborasi dengan dinas teknis lain agar jaringan irigasi diperkuat,” tambahnya.

Distanak Kukar juga terus memperbarui data kelompok tani sebagai dasar perencanaan dan penyaluran program. Berdasarkan sistem penyuluhan pertanian (SIMLUTAN), terdapat sekitar 48 ribu kelompok tani aktif di Kukar, serta 500 petani milenial yang kini menjadi bagian dari penggerak pertanian modern.

“Data kelompok tani terus kami perbarui agar bantuan dan pembinaan tepat sasaran. Petani milenial juga kami dorong karena mereka punya potensi besar membawa inovasi di sektor pertanian,” pungkasnya. (WAN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *