KUKAR, LINGKARKALTIM: Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum refleksi sekaligus dorongan semangat baru bagi generasi muda di sektor perkebunan.
Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengajak para petani muda untuk terus berinovasi dan mengambil peran strategis dalam pengembangan komoditas unggulan daerah seperti kelapa sawit, kopi, dan kakao.
Plt. Kepala Disbun Kukar, Muhammad Taufik menyampaikan bahwa regenerasi petani di sektor perkebunan menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah.
Menurutnya, saat ini cukup banyak petani muda yang mulai aktif di sektor kelapa sawit dan tanaman perkebunan lainnya, yang menunjukkan bahwa sektor ini memiliki daya tarik tersendiri bagi generasi muda.
“Kita bersyukur, cukup banyak petani-petani kelapa sawit maupun komoditas perkebunan lainnya yang tergolong petani muda. Kriterianya 18 sampai 39 tahun, dan jumlah mereka semakin bertambah,” ucap dia, Rabu (29/10/2025).
Ia menegaskan, sektor perkebunan memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan, terutama pada komoditas kelapa sawit, kopi, dan kakao.
Selain menjadi tulang punggung ekonomi daerah, sektor ini juga membuka banyak peluang kerja dan usaha baru bagi kalangan muda yang memiliki semangat wirausaha dan kemampuan adaptif terhadap teknologi pertanian modern.
“Harapan kami, dengan prospek kelapa sawit, kopi, dan kakao yang semakin membaik, para petani muda bisa meningkatkan kontribusinya. Mereka diharapkan mampu mengembangkan usahanya dan menjadi pelopor inovasi di bidang perkebunan,” kata Taufik.
Dia mengatakan, pemerintah daerah terus berupaya mendorong pembinaan dan pendampingan terhadap petani muda, baik melalui pelatihan teknis, akses permodalan, maupun kolaborasi dengan lembaga-lembaga mitra seperti Apkasindo (Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia) dan kelompok tani lokal.
Langkah ini dilakukan agar generasi muda tidak hanya menjadi pelaku lapangan, tetapi juga penggerak perubahan menuju sistem perkebunan modern yang berkelanjutan.
“Kita ingin anak muda di Kutai Kartanegara melihat bahwa bertani, berkebun itu bukan pekerjaan kuno. Justru dengan kemampuan mereka di bidang digital dan manajemen modern, sektor ini bisa jauh lebih maju,” tegasnya.
Taufik menilai, keberadaan petani muda akan mempercepat transformasi sektor perkebunan menuju arah yang lebih efisien dan berdaya saing tinggi, sekaligus menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Kukar sebagai lumbung pangan dan perkebunan berkelanjutan di Kaltim.
“Kami optimis, kalau petani-petani muda terus kita dukung dan kembangkan, masa depan pertanian Kukar akan semakin cerah,” pungkas dia. (ASR)










