KUKAR, LINGKARKALTIM: DPC PDI Perjuangan Kutai Kartanegara menggelar Training of Trainer (ToT) Kader Pendidikan Tingkat Pratama selama dua hari, 26–27 September 2025, di Sekretariat DPC PDIP Kukar. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat pendidikan politik kader partai hingga ke tingkat akar rumput.
Plt. Badiklat Cabang PDI Perjuangan Kukar, Juliono, menjelaskan bahwa kegiatan ToT baru pertama kali dilaksanakan di DPC Kukar. Total ada 38 peserta yang mengikuti, terdiri dari 16 orang perwakilan fraksi, 10 orang dari badan sayap partai, 6 orang dari pengurus anak cabang (PAC), dan 6 orang dari DPC.
“Materi yang kami siapkan ada lima pokok dan satu tambahan. Semuanya dibawakan langsung oleh pemateri dari DPD PDIP Kaltim dan DPP PDIP. Bahkan hadir pula dua orang dari pusat, yakni Pak Jarot dan Pak Sigit selaku Ketua Badiklat Pusat,” ungkap Juliono.
Materi yang disampaikan meliputi pendidikan tentang Pancasila 1 Juni, tata kelola partai, pemahaman Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai, serta keterampilan public speaking. Adapun materi tambahan diberikan untuk memperkuat pemahaman kader terkait dinamika politik nasional dan strategi komunikasi partai.
Juliono menegaskan, syarat untuk mengikuti ToT ini cukup ketat, yakni kader harus sudah dinyatakan lulus dari pendidikan kader pratama. “Kader pratama itu ibarat fondasi, mereka sudah mengenal dasar-dasar kepartaian. Dari ToT ini, mereka dipersiapkan untuk naik level menjadi pemateri pendidikan kader di lapangan,” jelasnya.
Menurutnya, ada tindak lanjut nyata setelah ToT ini, yaitu pelaksanaan pendidikan kader pratama di 20 kecamatan se-Kukar secara bertahap. Dari hasil ToT, para peserta nantinya akan menjadi instruktur atau pemateri utama.
“Targetnya, 30 persen materi akan tetap disampaikan oleh DPD, sementara 70 persen sisanya akan dibawakan oleh kader DPC yang sudah lulus ToT. Dengan begitu, proses kaderisasi bisa berjalan lebih cepat, terukur, dan sesuai aturan partai,” tambah Juliono.
Ia berharap dengan adanya ToT, pendidikan kader di Kukar semakin efektif, karena pemateri berasal langsung dari kader internal yang sudah memahami kondisi daerah. “Inilah cara kami memperluas pendidikan politik sekaligus memastikan kader partai punya kualitas sebagai penggerak di tengah masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPD PDIP Kaltim, Safaruddin, memberikan arahan tegas kepada seluruh peserta. Menurutnya, kader PDIP harus terus bergerak dinamis untuk menghadapi berbagai situasi politik ke depan. ToT disebut sebagai salah satu strategi penting dalam memperkuat partai.
Ia juga mengingatkan agar kader tidak bersikap berlebihan atau pamer kekuasaan di tengah kondisi masyarakat yang masih sulit. “Jangan flexing. Jangan pamer-pamer, sementara rakyat masih susah. Itu hanya akan menimbulkan kemarahan. Kader PDIP harus lebih prihatin dan benar-benar hadir di tengah masyarakat,” tegas Safaruddin.
Menurutnya, kader partai harus turun langsung ke lapangan, mendengarkan keluhan rakyat, dan mencarikan solusi nyata. Hal itu sejalan dengan prinsip PDIP sebagai partai yang lahir dan berjuang bersama rakyat.
“Kalau masyarakat mengeluhkan harga barang yang naik, kita harus hadir membantu mencarikan jalan keluarnya. Jangan sampai kader hanya sibuk dengan internal, tapi melupakan kebutuhan rakyat,” tambahnya.
Safaruddin juga menekankan pentingnya tindak lanjut pasca-ToT. Menurutnya, pendidikan kader tidak boleh berhenti pada kalangan internal saja, tetapi juga harus diperluas untuk menjangkau simpatisan PDIP Kukar. Dengan cara itu, partai bisa semakin dekat dengan masyarakat dan memperkuat basis dukungan di tingkat bawah.
“Setelah ToT ini, harus ada kegiatan lanjutan. Bukan hanya untuk kader, tapi juga melibatkan simpatisan. Dengan begitu, keberadaan PDIP benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” tandasnya. (WAN)










