Seleksi Paskibraka Kukar Kini Gunakan Sistem Aplikasi BPIP, Kuota Kecamatan Dihapus

Kepala Kesbangpol Kukar, Rinda Desianti
Kepala Kesbangpol Kukar, Rinda Desianti
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Proses seleksi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kini semakin ketat dan transparan. Tahun ini, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kukar menerapkan sistem rekrutmen berbasis aplikasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), sesuai Peraturan Presiden Nomor 51 dan Perka Nomor 3 Tahun 2022.

Kepala Kesbangpol Kukar, Rinda Desianti, menjelaskan bahwa sistem baru ini menghapus kuota per kecamatan. Dengan demikian, peluang menjadi Paskibraka benar-benar ditentukan oleh kemampuan individu, bukan asal daerah. “Tidak ada lagi sistem kuota di masing-masing kecamatan. Semua peserta bersaing secara terbuka melalui tujuh tahapan seleksi,” ujarnya.

Read More
banner 300x250

Menurut Rinda, tahun ini terdapat 500 pendaftar yang membuat akun di aplikasi BPIP. Namun, hanya 399 di antaranya yang melengkapi berkas persyaratan dan dapat mengikuti seleksi.

Seleksi dilakukan secara berjenjang, mencakup tes administrasi, kesehatan, postur, wawancara, dan keterampilan baris-berbaris. “Proses ini berlangsung transparan karena semua nilai dan tahapan seleksi tercatat di aplikasi yang bisa dipantau,” jelasnya.

Dari total peserta, 47 orang berhasil lolos sebagai calon anggota Paskibraka Kukar. Enam di antaranya dikirim untuk bertugas di tingkat provinsi, namun dua kembali ke Kukar, sehingga tersisa 43 anggota yang akan bertugas di daerah.

Rinda mengakui, sistem baru ini memunculkan tantangan tersendiri bagi beberapa kecamatan yang sebelumnya rutin mengirim wakilnya.

“Tahun ini ada dua kecamatan yang tidak mengirim perwakilan karena pesertanya gugur di tahap awal,” katanya.

Meski begitu, ia menilai sistem ini lebih adil dan objektif. “Anak-anak yang terpilih adalah yang terbaik dari seluruh Kukar. Tidak ada lagi keberpihakan wilayah, semuanya murni hasil tes,” tegasnya.

Selain untuk Paskibraka, Rinda berharap metode seleksi berbasis aplikasi ini dapat menjadi model untuk rekrutmen kegiatan kepemudaan lainnya di Kukar.

“Dengan sistem ini, kita dapat membentuk generasi muda yang berintegritas dan berprestasi,” pungkasnya.(IDN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *