KUKAR, LINGKARKALTIM : Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara bekerja sama dengan Komando Distrik Militer (Kodim) 0906/Kukar serta Kementerian Pertanian RI dalam rangka menjalankan program Optimasi Lahan Rawa dan Pengawalan Capaian Realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) padi sawah.
Program ini ditujukan untuk memberdayakan lahan yang selama ini tidak tergarap optimal, terutama di wilayah pesisir dan dataran rendah, guna mendukung percepatan tanam padi dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Langkah ini dinilai strategis mengingat Kutai Kartanegara memiliki potensi lahan cukup luas yang masih bisa dikembangkan sebagai lumbung pangan Kalimantan Timur.
Kepala Dinas Pertanian Kukar, Muhammad Taufik menjelaskan, kerja sama ini adalah bagian dari program nasional yang diimplementasikan secara konkret di tingkat daerah dengan pendekatan terpadu.
Sementara kerja sama tersebut, baik pemerintah daerah dengan Kodim 0906 Kukar meliputi penguatan infrastruktur pertanian dan kerja sama antara Kementerian Pertanian dengan Mabes TNI yakni, pengawalan ketahanan pangan termasuk optimasi lahan.
“Program optimasi lahan rawa ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ketahanan pangan daerah. Melalui kerja sama dengan Kodim dan Kementerian Pertanian, kami berharap bisa memanfaatkan potensi lahan yang selama ini masih belum produktif,” jelas Muhammad Taufik, di ruang kerjanya, belum lama ini.
Ia menyebutkan, saat ini fokus utama berada wilayah sentra di 9 Kecamatan diantaranya Kecamatan Kota bangun, Muara Kaman, Sebulu, Tenggarong Seberang, Tenggarong, Loa kulu, Anggana, Marangkayu dan Samboja, dengan target capaian 3.113 hektare dan realisasi luas tanam pada Mei 2025 ini sebesar 1.707,5 hektare.
Sementara itu Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Distanak Kukar M. Rifani menambahkan, aspek infrastruktur pendukung menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Ia menyebut banyak tantangan teknis yang harus dihadapi di lapangan, mulai dari kondisi tanah yang rentan tergenang hingga minimnya akses jalan ke lokasi.
“Kami berfokus pada penguatan infrastruktur lahan, seperti pembenahan saluran air dan akses traktor. Tahun ini kami juga mengalokasikan anggaran khusus untuk pengadaan alat mesin pertanian (alsintan) guna mempercepat proses tanam dan panen,” kata Rifani.
Ia menegaskan, untuk menjamin keberlanjutan program, pemerintah daerah juga mendorong terbentuknya kelompok tani binaan yang difasilitasi pelatihan teknis dan manajemen usaha tani. Harapannya, para petani tidak hanya mampu menanam, tetapi juga mengelola hasil secara efisien dan berkelanjutan.
Distanak Kukar juga terus melakukan monitoring dan evaluasi real-time berbasis data lapangan, bekerja sama dengan penyuluh dan perangkat desa, guna memantau capaian dan hambatan di setiap titik lokasi lahan yang dioptimalkan.
Dengan kerja sama erat antara pemerintah daerah, unsur TNI, dan Kementerian, program optimasi lahan dan realisasi tanam padi ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan Kukar serta memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat petani. (adv/*den)










