KUKAR, LINGKARKALTIM : Sebagai upaya meningkatkan kapasitas kepemimpinan birokrasi sekaligus mendorong percepatan program strategis daerah, Kepala Bidang Usaha dan Penyuluhan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar Erwin Surya Wirawan, mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia, di Samarinda, Rabu (28/52025)
Pelatihan ini merupakan bagian dari program nasional, terhadap pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) yang menduduki jabatan administrator.
Dalam pelatihan tersebut, pihaknya mengusung Rancangan Aksi Perubahan bertajuk “Percepatan Pembentukan Brigade Pangan untuk Mendukung Pertanian Berbasis Padi di Kabupaten Kutai Kartanegara.”
Rancangan ini sebagai solusi terhadap berbagai tantangan ketahanan pangan lokal, khususnya pada sektor tanaman pangan utama yaitu padi.
Ia menjelaskan, Brigade Pangan yang dirancang akan menjadi tim tanggap cepat lintas sektor yang terdiri dari penyuluh pertanian, aparat desa, kelompok tani, dan mitra strategis lainnya.
“Pembentukan Brigade Pangan ini adalah ikhtiar kami, untuk mempercepat respons terhadap program percepatan pertanian pemkab kukar. Disini kita mengusung dengan melibatkan 14 brigade pangan (BP) yang sudah dibentuk di 5 kecamatan yaitu Anggana, Marangkayu, Samboja, Tenggarong dan Muara kaman, kita bisa memperkuat posisi petani dan menjaga kesinambungan produksi pangan, terutama padi, di Kutai Kartanegara,” kata Erwin.
Dalam hal ini, Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah menyampaikan dukungan terhadap aksi perubahan yang disusun oleh Erwin Surya Wirawan. Dalam mengikuti pelatihan dengan mengusung tema Percepatan Pembentukan Brigade Pangan untuk Mendukung Pertanian Berbasis Padi di Kabupaten Kutai Kartanegara.
“Dukungan ini dari sisi kelembagaan khususny Distanak Kukar, agar nanti bisa menjadikan suatu aksi yang bisa diterapkan dengan baik,” ucap Edi Damansyah melalui rekaman video.
Pihaknya menegaskan, aksi perubahan tersebut jangan sampai menjadi persyaratan administratif pada saat mengikuti proses pendidikan dan pelatihan.
Sementara Pemkab Kukar terkait dengan kebutuhan pangan, sangat membutuhkan inovasi khususnya yang dilakukan oleh Kabid Usaha dan Penyuluhan Dinas Pertanian.
Melalui program ini, peserta dibekali dengan keterampilan memimpin perubahan, berpikir sistemik, serta kemampuan mengelola inovasi untuk mendorong kinerja organisasi. Dan harapannya, aksi perubahan Brigade Pangan dapat menjadi model strategis dalam penguatan ekosistem pertanian yang tangguh, responsif, dan inklusif menuju ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kukar. (adv/*den)










