KUKAR, Lingkarkaltim : Plt Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Joko Sampurno secara resmi membuka acara Eroh Ekspresi Budaya Tradisional pada Selasa, (10/12/24) di Taman Titik Nol, Tenggarong.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wadah kepada para pelaku seni di Kukar, untuk bisa menampilkan dan mengekspresikan hasil karyanya sehingga kebudayaan di daerah terus berkembang dan terjaga kelestariannya.
Dalam sambutannya Joko Sampurno mengatakan, di Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Budaya ini adalah warisan leluhur, dan sudah menjadi tanggungjawab bersama untuk menjaga dan melestarikan warisan tersebut serta mengembangkannya.
Kegiatan ini merupakan bentuk realisasi dari program Kukar Idaman yaitu program Kukar Berbudaya. Program itu juga menjadi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar 2021-2026 selama masa kepemipinan Bupati Kukar Edi Damansyah dan Wakil Bupati H Rendi Solihin.
“Melalui Program Kukar Berbudaya, Pemkab Kukar berkomitmen untuk membangun pusat pelestarian dan pengembangan budaya Kutai Kartanegara,” ujar Joko.
Program ini bertujuan untuk menjaga kelestarian budaya daerah, memotivasi masyarakat untuk terlibat langsung terhadap pelestarian budaya serta menjadikan budaya sebagai penggerak ekonomi kreatif.
Salah satu fokus utama dari program Kukar Berbudaya adalah menjadikan Tenggarong
sebagai kota warisan budaya yang ramah dan modern.
“Kami ingin menjadikan Tenggarong sebagai destinasi wisata budaya menarik yang tidak hanya menawarkan keindahan alam tetapi juga kekayaan budaya dan keramahan masyarakatnya,” ucapnya.
Joko juga menambahkan, bahwa Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) Kukar pada tahun 2022 mencapai 47,42. Angka ini menunjukkan bahwa pembangunan kebudayaan di kabupaten Kukar pada jalur yang positif.
“Kami tidak akan berpuas diri, dan terus berupaya meningkatkan IPK ini melalui berbagai program dan kegiatan yang inovatif dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Dirinya mengajak semua pihak untuk menjadikan budaya sebagai perekat persatuan dan kesatuan serta sebagai modal pembangunan daerah.
“Saya berharap agar acara Eroh Ekspresi Budaya Tradisional Kukar ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kita bersama dalam melestarikan dan mengembangkan budaya di Kukar,” harapnya.
Joko juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini, dimana acara tersebut melibatkan masyarakat umum, mahasiswa dan pelajar.
“Kegiatan ini dilaksanakan sejak 10-13 Desember 2024. Dan acara ini akan diramaikan dengan kegiatan tarian tradisional, bekesahan, musik tradisional, sastra dan permainan tradisional,” pungkasnya. (*ning)










