Bukan Cuma Bertahan, Diskop UKM Kukar Gembleng Pelaku UMKM Paham Teori Laba dan Pasar Digital

Suasana Pembekalan dari Tenaga Ahli Diskop UKM Kukar kepada para pelaku UMKM di Kukar, Lapangan Parkir Kantor Bappeda, Tenggarong, Rabu (29/7/26). (Dilla/lingkarkaltim)
Suasana Pembekalan dari Tenaga Ahli Diskop UKM Kukar kepada para pelaku UMKM di Kukar, Lapangan Parkir Kantor Bappeda, Tenggarong, Rabu (29/7/26). (Dilla/lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar kegiatan pembekalan bagi para pelaku UMKM di halaman parkir depan Kantor Bappeda Kukar, Tenggarong, Rabu (29/7/2026).

Pembekalan ini berfokus pada strategi peningkatan kapasitas usaha dan pengelolaan keuangan agar UMKM tidak sekadar bertahan hidup, tetapi bisa terus berkembang pesat.

Read More
banner 300x250

Tenaga Ahli Pendamping UMKM Diskop UKM Kukar, Siswanto Danar Edsha, menjelaskan salah satu kelemahan yang kerap dialami pengusaha pemula adalah cara pandang terhadap keuntungan (laba). Menurutnya, banyak pelaku usaha yang belum paham cara memisahkan keuangan pribadi dan hasil bisnis.

“Kita ingin para pelaku UMKM bisa berpikir lebih maju tentang pengembangan perusahaan. Berusaha itu tidak hanya tentang bertahan, tetapi bagaimana meningkatkan kapasitas usahanya. Tadi kita ajarkan teori laba, tidak semua keuntungan harus langsung dinikmati. Ada momen-momen tertentu di mana hasil usaha harus diputar kembali untuk memperkuat struktur bisnis,” ujar Siswanto saat ditemui di lokasi acara, Rabu (29/7/2026).

Pemahaman pengelolaan laba ini tampak seperti hal kecil, tetapi dampaknya sangat besar. Jika hasil penjualan hari ini langsung dihabiskan untuk kebutuhan pribadi tanpa memperhitungkan modal dan operasional, usaha tersebut akan sulit berkembang.

Selain persoalan manajemen keuangan, tantangan terbesar yang dihadapi pelaku UMKM saat ini adalah soal pemetaan pasar. Banyak dari mereka yang sudah memproduksi barang, tetapi belum menemukan pembeli yang tepat.

“Kendalanya ada di segi pasar, banyak yang pasarnya belum terbentuk atau belum ketemu. Oleh karena itu, program pendampingan dari pemerintah ini sangat membantu. Pelaku UMKM yang belum memiliki toko fisik kini didorong untuk bisa berjualan memanfaatkan platform digital,” jelasnya.

Kegiatan ini pun menyedot perhatian para pelaku usaha lokal, termasuk Ephy, pemilik (founder) usaha fesyen Youeky asal Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu. Ia mengaku sengaja datang untuk menimba ilmu sekaligus mencari solusi atas tantangan pemasaran di tengah kondisi ekonomi yang penuh dinamika.

“Saya hadir hari ini untuk belajar kembali dan berdiskusi mencari solusi terkait pemasaran. Di tengah kondisi ekonomi yang sedang penuh tantangan ini, kami sangat perlu belajar cara menjaga arus kas (cash flow). Harapannya, pembekalan seperti ini bisa terus mendampingi kami,” ungkap Ephy.

Melalui kegiatan ini, Diskop UKM Kukar berharap para pelaku UMKM di Tenggarong semakin adaptif, melek finansial, serta siap memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar mereka. (Dil)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *