KUKAR, LINGKARKALTIM: Aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Simpang Odah Etam (SOE), Tenggarong, terus menunjukkan tren positif.
Tingginya minat pelaku usaha untuk berjualan hingga meningkatnya perputaran ekonomi menjadi indikator bahwa kawasan tersebut semakin berkembang sebagai ruang ekonomi masyarakat.
Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) Kukar, Muhammad Reza mengatakan keberhasilan SOE tidak terlepas dari kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) yang bersama-sama mendukung penyelenggaraan kawasan tersebut.
Ia menjelaskan, setiap OPD memiliki peran masing-masing dalam mendukung keberlangsungan kegiatan di SOE.
Di antaranya Dinas Pariwisata bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan berbagai event, Diskop UKM mengelola sektor UMKM, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) menangani kebersihan, sedangkan Dinas Perhubungan mengatur lalu lintas di kawasan tersebut.
Seluruh OPD bergerak bersama karena tujuan utama pemerintah daerah adalah memberikan ruang bagi masyarakat untuk berusaha sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi lokal.
“Intinya pemerintah mendukung selama kegiatan ini untuk masyarakat kita, apalagi untuk perputaran ekonominya. Sama seperti SOE, Car Free Day itu tidak satu OPD saja yang bergerak atas nama pemerintah daerah. Niat kita ya memang untuk masyarakat ini bisa berusaha,” ucap dia, Sabtu (11/7/2026).
Diskop UKM Kukar juga terus memantau perkembangan aktivitas ekonomi para pelaku UMKM di SOE.
“Kita punya hitungannya, catatannya. Di sana juga ada pengelolanya ya,” ujar Reza.
Meskipun demikian, dia mengakui tingkat penjualan biasanya meningkat pada awal bulan, ketika daya beli masyarakat, khususnya kalangan aparatur sipil negara (ASN), sedang tinggi.
“Alhamdulillah memang nggak bisa dipungkiri ya, Tenggarong ini konsumennya memang paling banyak pegawai negeri. Jadi kalau memang di awal-awal bulan gajian itu ya lumayan,” katanya.
Reza mengatakan, secara umum aktivitas perdagangan di SOE tetap memberikan keuntungan bagi para pelaku usaha.
“Pada prinsipnya positif jualan di sana. Positif,” tegas dia.
Tingginya minat masyarakat untuk berjualan di SOE juga terlihat dari jumlah pendaftar yang terus bertambah.
Namun, karena keterbatasan lokasi dan fasilitas, pihaknya harus melakukan proses kurasi sebelum menentukan pelaku UMKM yang dapat berjualan.
“Ini kita baru kurasi dari pelamar UMKM ratusan itu, akhirnya jadi sepuluh kemarin. Kurasi. Banyak yang daftar,” ungkap Reza.
Menurutnya, antusiasme tersebut menjadi bukti bahwa para pelaku UMKM melihat SOE sebagai lokasi yang mampu memberikan peluang usaha yang menjanjikan.
“Tapi kan tidak bisa semuanya, karena terbatas tempatnya, terbatas tendanya. Dengan adanya momen ini, artinya masyarakat kita menganggap ini hal yang positif. Karena pasti ada untungnya,” pungkasnya. (ASR)










