SMP Negeri 3 Tenggarong Terapkan Kebijakan Redesign Kurikulum Disdikbud Kukar

Kepala SMP Negeri 3 Tenggarong, Sariyani. Senin, (6/7/26) (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Kepala SMP Negeri 3 Tenggarong, Sariyani. Senin, (6/7/26) (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: SMP Negeri 3 Tenggarong mulai menerapkan kebijakan redesign kurikulum yang digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kukar pada Tahun Ajaran 2026/2027.

Program tersebut diterapkan khusus bagi siswa kelas VII dengan konsep pembelajaran kolaboratif yang mengintegrasikan sejumlah mata pelajaran ke dalam satu aktivitas belajar.

Read More
banner 300x250

Melalui kebijakan ini, peserta didik tidak hanya menerima materi di dalam kelas, tetapi juga lebih banyak melakukan praktik secara langsung di lapangan.

Sejumlah mata pelajaran dirancang saling terhubung agar siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual.

Kepala SMP Negeri 3 Tenggarong, Sariyani menerangkan bahwa penerapan redesign kurikulum hanya berlaku bagi siswa kelas VII selama satu semester pertama.

“Jadi khusus untuk kelas VII itu nanti kurikulumnya berbeda dengan selama satu semester saja. Itu berbeda dengan kelas VIII dan IX. Dinas Pendidikan berusaha untuk meredesain kurikulum yang langsung berkolaborasi beberapa mata pelajaran menjadi satu,” terang dia, Senin (6/7/2026).

Ia menjelaskan, konsep pembelajaran tersebut menggabungkan beberapa mata pelajaran, seperti Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Matematika, Bahasa Indonesia, hingga Prakarya dalam satu rangkaian kegiatan belajar.

Dia mencontohkan, ketika siswa melakukan kegiatan menanam tanaman, materi IPA akan digunakan untuk memahami proses pertumbuhan tanaman, Matematika dipakai untuk mengukur jarak maupun ukuran lahan, sedangkan hasil kegiatan dapat diolah dalam mata pelajaran Prakarya.

“Jadi seperti di depan itu ada pembelajaran misalnya IPA, dia bergabung dengan Matematika, bergabung dengan Bahasa Indonesia, jadi kurikulumnya di-redesign seperti itu oleh Dinas Pendidikan,” jelas Sariyani.

Dengan konsep baru tersebut, aktivitas belajar siswa tidak lagi didominasi pembelajaran di dalam kelas.

Guru dari berbagai mata pelajaran akan bekerja sama dalam satu kegiatan sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih utuh.

Dia mengatakan, pendekatan ini memungkinkan siswa memahami keterkaitan antarmata pelajaran melalui praktik langsung.

“Kalau Matematika itu mengukur bagaimana sih jaraknya. Kemudian kalau nanti Bahasa Indonesia, cara menanamnya, kemudian hasilnya itu Bahasa Indonesia. Nanti dimasukkan ke dalam Bahasa Inggris, nanti mereka masukkan ke Google di dalam kegiatan pembelajarannya itu. Jadi semuanya tercakup di dalamnya,” bebernya.

Menurutnya, model pembelajaran tersebut mampu meningkatkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, sekaligus keterampilan kolaborasi siswa sejak dini.

Sariyani menjelaskan, kebijakan redesign kurikulum merupakan inovasi baru dari Disdikbud Kukar yang mulai diterapkan pada tahun ajaran 2026/2027.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak mengubah kurikulum nasional yang berlaku, melainkan hanya mengatur ulang pola pembelajaran agar lebih terintegrasi.

“Tidak merubah kurikulumnya. Hanya didesain sedemikian rupa sehingga beberapa mapel berkolaborasi,” kata dia.

SMP Negeri 3 Tenggarong menyambut positif kebijakan tersebut. Ia mengungkapkan, konsep pembelajaran kolaboratif sebenarnya telah menjadi salah satu arah yang ingin diterapkan sekolah, sehingga inovasi dari Disdikbud semakin memperkuat pelaksanaannya.

“Kalau saya sangat mendukung. Kami memang awalnya kan memang seperti itu. Cuma ada terobosan dari Dinas Pendidikan. Awalnya saya tidak kepikir, tapi begitu ada Bu Emi (Kabid SMP Disdikbud Kukar) memberikan terobosan. Wah ini keren,” ujar Sariyani.

Dia menegaskan, SMP Negeri 3 Tenggarong telah memiliki kesiapan untuk menjalankan kebijakan tersebut, baik dari sisi tenaga pendidik maupun sarana pendukung pembelajaran.

“Semuanya itu sudah siap, jadi tinggal mengarahkan aja, guru, anak, keseluruhan tinggal mengarahkan aja kalau di SMP 3,” pungkasnya. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *