KUKAR, LINGKARKALTIM: Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan tren positif di paruh pertama tahun 2026.
Keberhasilan melampaui target pada tahun sebelumnya memicu optimisme tinggi bagi Pemkab Kukar untuk menaikkan plafon target pendapatan di tahun ini.
Kabid Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, M. Ridha Fatriantha, menjelaskan menyusul capaian tahun lalu yang berhasil menyentuh angka Rp1,4 miliar dari target awal Rp1,1 miliar, Dispar Kukar secara sadar mengerek target baru untuk tahun 2026.
“Tahun ini karena capaian (tahun lalu) Rp1,4 miliar, jadi target di tahun ini dinaikkan menjadi Rp1,5 miliar lebih, sekian-sekian,” beber Ridha saat dikonfirmasi, Rabu (24/6/2026).
Hingga memasuki akhir semester pertama ini, Ridha menyebut kantong-kantong pendapatan dari destinasi wisata yang berada di bawah naungan langsung Dispar Kukar terus bergerak produktif.
Destinasi andalan tersebut meliputi Pulau Kumala, Planetarium Jagad Raya Tenggarong, Waduk Panji Sukarame, Pantai Tanah Merah, hingga Tugu Equator (Khatulistiwa).
“Kalau sampai dengan semester satu ini sudah kurang lebih hampir Rp736 juta. Sudah hampir setengahnya (dari target keseluruhan Dispar), mudah-mudahan nanti bisa tercapai di akhir tahun,” terangnya.
Meski begitu, Ridha menggarisbawahi angka Rp1,4 miliar maupun target baru Rp1,5 miliar tersebut murni merupakan PAD yang dikelola langsung secara internal oleh Dinas Pariwisata.
Sementara untuk pendapatan turunan industri pariwisata lainnya seperti pajak hotel, restoran, dan hiburan berada di bawah kewenangan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kukar.
“Karena ini sudah masuk semester pertama, di bulan Juni ini biasanya kita akan segera lakukan rekonsiliasi data bersama Bapenda terkait dengan pendapatan-pendapatan sektor penunjang tersebut,” tambah Ridha.
Di sisi lain, perwakilan Bidang Perencanaan Pengembangan dan Pengawasan Bapenda Kukar, Fredy Wardana, memaparkan rincian data dari sudut pandang fiskal daerah.
Menurut Bapenda, pendapatan dari destinasi wisata ini masuk ke dalam rumpun Retribusi Jasa Usaha. Di dalam struktur Retribusi Jasa Usaha tersebut, terdapat enam pembagian pos pendapatan, di mana salah satu pos utamanya adalah Retribusi Tempat Rekreasi, Pariwisata, dan Olahraga.
“Untuk pos Retribusi Tempat Rekreasi, Pariwisata, dan Olahraga sendiri memiliki target nominal sebesar Rp1.157.656.000 untuk tahun ini. Dalam tahun berjalan hingga Juni ini, realisasinya sudah mencapai Rp736.286.000 atau secara persentase sudah menyentuh 64 persen,” ungkap Fredy, Rabu (24/6/2026).
Melihat performa angka yang cukup impresif sebelum memasuki paruh kedua tahun anggaran, pihak Bapenda mengaku sangat optimis target fiskal dari sektor rekreasi.
“Kalau melihat posisi sekarang yang sudah tercapai, insyaallah dalam enam bulan ke depan kita bisa melampaui target yang ada,” pungkas Fredy optimis. (Dil)










