KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kutai Kartanegara (Kukar) tampaknya makin “naik daun” di hati masyarakat. Bukan cuma urusan menjinakkan si jago merah, petugas Damkar kini justru lebih sering dihubungi warga untuk urusan penyelamatan non-kebakaran yang unik dan beragam.
Koordinator Lapangan Pos Sektor Kecamatan Tenggarong, Mahruddin, mengungkapkan bahwa dari bulan Januari hingga Juni 2026 ini, laporan yang masuk justru didominasi oleh kejadian non-kebakaran.
“Rata-rata yang kami tangani itu evakuasi hewan. Entah itu biawak, ular, sampai tawon. Kalau untuk manusianya, kemarin baru saja ada laporan anak-anak habis mancing dan kailnya nyangkut di ibu jari kakinya. Alhamdulillah semua bisa kami tangani dengan lancar,” ujar Mahruddin saat ditemui di Pos Sektor Jalan Pattimura, Rabu (24/6/2026).
Tingginya laporan ini membuktikan tingkat kepercayaan masyarakat Kukar terhadap Damkar sudah sangat tinggi. Ia juga mengimbau warga untuk tidak ragu melapor jika butuh bantuan.
“Intinya, kami siap membantu secara terbuka, tanpa imbalan, dan siaga 24 jam penuh untuk masyarakat,” imbuhnya.
Saat ini, khusus di Pos Sektor Pattimura sendiri, diperkuat oleh sekitar 25 anggota yang terbagi dalam beberapa regu dan sudah dibekali berbagai pelatihan bersertifikat serta fasilitas pendukung seperti SCBA untuk penyelaman.
Data mencengangkan turut dibagikan oleh Kepala Dinas Damkarmatan Kukar, Fida Hurasani. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, tercatat ada 28 kejadian kebakaran di 20 kecamatan se-Kukar. Sementara itu, angka penanganan non-kebakaran melonjak tajam hingga mencapai 1.048 penanganan.
“Laporannya macam-macam. Ada evakuasi binatang, pohon tumbang, bantu warga yang gasnya bocor, orang terkunci di kamar mandi, sampai penanganan kecelakaan mobil,” jelas Fida.
Meski ada beberapa penanganan yang kedapatan memakan korban jiwa seperti proses pencarian orang tenggelam di tempat wisata air terjun baru-baru ini sebagian besar laporan berhasil diselesaikan dengan baik.
Fida menilai, kenaikan angka kasus non-kebakaran ini bukan berarti lingkungan Kukar makin tidak aman, melainkan karena masyarakat kini makin tahu ke mana harus meminta bantuan. Hadirnya call center membuat warga tidak lagi sungkan.
“Prediksi saya, ini karena antusiasme dan keterbukaan warga yang tinggi untuk dilayani Damkar. Hal-hal yang mungkin dianggap kecil, tapi begitu mereka butuh bantuan, mereka langsung telepon ke nomor laporan atau 112. Kami sangat mengapresiasi keaktifan warga ini,” tandasnya. (Dil)










