KUKAR, LINGKARKALTIM: Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani mendorong agar seluruh program prioritas yang tertuang dalam visi pembangunan Kukar Idaman Terbaik dapat direalisasikan secara bertahap dan tuntas hingga akhir masa pemerintahan.
Ia menilai, tahun pertama pelaksanaan pemerintahan saat ini sudah difokuskan untuk membangun fondasi yang kuat.
Oleh karenanya, untuk tahun-tahun berikutnya harus menjadi fase percepatan implementasi program.
Dia mengatakan bahwa berbagai program yang telah dirancang pemerintah daerah memiliki arah yang jelas dan menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan dasar, hingga penguatan ekonomi daerah.
“Kita harap ini bisa berjalan. Jadi setahun ini adalah membangun fondasinya dulu. Nanti dua tahun kemudian kita harap bukan lagi fondasi yang dibangun, tetapi capaiannya sudah mulai naik tangga,” ucapnya, Rabu (24/6/2026).
Yani menginginkan di fase berikutnya harus diisi dengan pelaksanaan program secara nyata di lapangan.
Pemerintah daerah tidak cukup hanya menyusun perencanaan, tetapi harus memastikan seluruh target yang telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) benar-benar dapat dieksekusi.
Salah satu fokus utama yang tersorot ialah penyelesaian berbagai persoalan infrastruktur yang masih menjadi keluhan masyarakat di sejumlah wilayah Kukar.
Ia menegaskan bahwa masyarakat menginginkan hasil pembangunan yang dapat dirasakan secara langsung, terutama terkait kondisi jalan, jembatan, dan konektivitas antarwilayah.
Dia berharap ke depan tidak ada lagi ruas jalan yang rusak maupun proyek jembatan yang mangkrak, terutama yang telah masuk dalam perencanaan pemerintah daerah.
“Semua jalan harus klir, tidak ada lagi jalan rusak. Jembatan yang memang dibutuhkan masyarakat harus bisa diselesaikan. Begitu juga pembangunan infrastruktur lainnya, termasuk konektivitas wilayah antara desa dengan kecamatan maupun antar desa,” kata Yani.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang merata menjadi salah satu kunci untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.
Ia menilai masyarakat tentu ingin melihat hasil nyata dari berbagai program yang telah dijanjikan pemerintah daerah.
“Tahun ini cukup membangun fondasi. Tahun depan tidak boleh lagi, harus naik tangga. Semua program-program yang memang masuk di RPJMD itu harus dieksekusi,” tegas dia.
Meskipun demikian, Yani mengakui bahwa keberhasilan pelaksanaan program sangat bergantung pada kondisi keuangan daerah.
Saat ini, terdapat tantangan terkait Dana Bagi Hasil (DBH) yang berpotensi memengaruhi kemampuan fiskal pemerintah daerah.
Oleh karena itu, DPRD Kukar membuka ruang apabila di kemudian hari diperlukan penyesuaian terhadap target-target pembangunan yang telah ditetapkan dalam RPJMD.
“Kita tahu bahwa kondisi DBH kita sedang tidak baik-baik saja. Kalau memang berpengaruh terhadap rencana tahunan, maka bisa saja ada upaya-upaya revisi RPJMD jika memang dibutuhkan. Karena tidak semua target bisa berjalan mulus ketika anggarannya tidak tersedia,” ujarnya.
Selain mengandalkan APBD, Yani juga mendorong pemerintah daerah untuk memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung pelaksanaan Program Kukar Idaman Terbaik.
Menurutnya, banyak program pembangunan yang dapat disinergikan dengan sektor swasta, perbankan, maupun perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Kukar melalui berbagai skema kemitraan.
Ia menyebut bahwa hal tersebut sangat penting agar pembangunan tidak sepenuhnya bergantung pada kemampuan keuangan daerah.
“Jadi ada pihak ketiga yang juga bisa merealisasikan Program Kukar Idaman Terbaik,” sebut Yani.
Ia mengatakan, keberhasilan Kukar Idaman Terbaik tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata.
Maka dari itu, program di sektor pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi juga harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai stakeholder dapat membantu mempercepat pencapaian target pembangunan di sektor-sektor tersebut.
Dengan keterlibatan dunia usaha dan berbagai mitra pembangunan lainnya, pemerintah daerah mampu memperluas jangkauan program sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan meskipun menghadapi keterbatasan anggaran.
“Sehingga pembangunan tetap berjalan dan target-target Kukar Idaman Terbaik dapat tercapai,” pungkas dia. (ASR)










