KUKAR, LINGKARKALTIM: Bursa calon Ketua DPC Partai Demokrat Kutai Kartanegara (Kukar) mulai mengerucut.
Dari lima nama yang sempat mendaftarkan diri dalam penjaringan terbuka, kini tersisa tiga tokoh yang dinilai serius melaju hingga tahapan berikutnya menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Kukar.
Ketua Tim Penjaringan Ketua DPC Demokrat Kukar, Kupik Suprianto menjelaskan bahwa proses penjaringan telah dibuat secara terbuka bagi kalangan internal maupun eksternal partai.
“DPC Partai Demokrat Kabupaten Kutai Kartanegara sudah melakukan penjaringan mulai bulan Mei,” ucap dia, Jumat (22/5/2026).
Ia menjelaskan, mekanisme terbuka sengaja diterapkan sebagai upaya membangkitkan kembali kekuatan Demokrat di Kukar yang dalam beberapa periode terakhir belum berhasil memperoleh kursi di DPRD Kukar.
“Sudah tiga kali Pemilu, kita belum bisa mendapatkan dewan perwakilan di DPRD,” ungkap Kupik.
Dia menilai, keterbukaan penjaringan menjadi langkah strategis agar figur-figur potensial di luar partai juga dapat ikut berjuang membesarkan Demokrat di Kukar.
“Jadi dengan pencalonan ini kita adakan terbuka supaya juga yang di luar bisa membuka diri supaya bisa ikut berjuang bersama Partai Demokrat,” tuturnya.
Dari proses yang berjalan, Kupik mengungkapkan bahwa kini ada tiga nama yang dinilai paling serius dan telah memenuhi syarat dukungan awal dari pengurus anak cabang (PAC).
Ketiga nama tersebut yakni Amirullah yang berdomisili di Samarinda, tokoh muda Kukar Dedi Sudarya, serta kader internal Demokrat Loies Subowo Saminanto.
Mereka telah resmi mendaftarkan diri dan mengantongi dukungan minimal PAC sesuai syarat pencalonan yang ditetapkan Partai Demokrat.
“Karena sekarang di Partai Demokrat sendiri ada persyaratan khusus yaitu 20 persen dari jumlah dukungan sudah bisa mencalonkan diri,” jelas dia.
Dengan total 20 PAC di Kukar, maka seorang kandidat minimal harus memperoleh dukungan empat hingga lima PAC untuk bisa melaju sebagai calon ketua DPC.
Ia mengatakan, tim penjaringan tidak menetapkan syarat khusus soal asal daerah kandidat.
“Sebenarnya persyaratan umum tidak ada, cuma kami memang memfokuskan bahwa yang mau maju ini mempunyai kriteria khusus. Salah satunya mungkin punya integritas dan mungkin tokoh untuk di Kukar ini. Karena itu penting juga untuk mengangkat nama Partai Demokrat,” sebut Kupik.
Sementara itu, sambung dia, proses penjaringan masih akan dibuka hingga Juni 2026, meski jadwal penutupan dapat berubah menyesuaikan agenda Musda dari DPP Partai Demokrat.
“Sampai bulan Juni dengan catatan seandainya nanti musda dipercepat kita akan tutup juga untuk pendaftaran di DPC Kukar,” katanya.
Kupik menyebut bahwa Musda Demokrat Kukar diperkirakan berlangsung sekitar 17 Juni 2026.
“Itu masih tentatif karena ini menunggu jadwal kita dari DPP,” tutup dia. (ASR)










