KUKAR, LINGKARKALTIM: Pelaksanaan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) pada minggu pertama berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Sekda Sunggono menerangkan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan terkait permasalahan teknis, baik dari sisi mekanisme, sistem, maupun pelaksanaan di lapangan.
“Secara teknis tidak ada kendala. Tidak ada laporan terkait mekanisme, sistem, maupun pelaksanaan WFH di lapangan,” ujar dia, Senin (13/4/2026).
Ia menilai, kelancaran tersebut tidak terlepas dari proses sosialisasi yang telah dilakukan sebelumnya, meskipun dalam waktu yang relatif singkat.
Selain itu, sistem pelaporan yang disiapkan juga dinilai mampu dipahami dan dijalankan dengan baik oleh para ASN.
“Alhamdulillah, ini menunjukkan bahwa sosialisasi kita bisa dipahami, termasuk sistem pelaporan yang sudah kita bangun. ASN bisa menindaklanjuti dengan baik,” kata Sunggono.
Dia mengapresiasi tingkat kepatuhan ASN terhadap kebijakan yang tertuang dalam surat edaran Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri.
Ia menyebut para pegawai telah menjalankan WFH sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tetap menjaga kinerja masing-masing.
“Mereka patuh terhadap surat edaran bupati dan melaksanakannya sesuai dengan kemampuan masing-masing,” tuturnya.
Di sela-sela penerapan WFH, Pemkab Kukar juga mulai mendorong pola kerja yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Salah satunya melalui imbauan penggunaan sepeda bagi ASN yang tetap bekerja dari kantor atau work from office (WFO).
“Ada teman-teman di Sekretariat Daerah dan beberapa OPD yang mulai menggunakan sepeda ke kantor. Ini bagian dari upaya efisiensi,” ungkap dia.
Ia menjelaskan, penggunaan sepeda sejalan dengan tujuan utama kebijakan WFH, yakni mengurangi konsumsi energi, baik dari penggunaan bahan bakar kendaraan maupun kebutuhan energi di lingkungan kantor.
“Tujuan WFH salah satunya efisiensi, baik bahan bakar maupun energi di kantor. Itu bisa ditindaklanjuti, salah satunya dengan bersepeda,” jelas Sunggono.
Dengan capaian positif pada minggu pertama ini, Pemkab Kukar berharap pelaksanaan WFH dapat terus berjalan optimal ke depan, tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik, sekaligus mendorong perubahan pola kerja ASN yang lebih efisien dan produktif. (ASR)










