BI Nilai Kukar Jadi Penopang Utama Stabilitas Ekonomi Kaltim

Kepala Perwakilan BI Kaltim, Budi Hartanto. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Kepala Perwakilan BI Kaltim, Budi Hartanto. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Bank Indonesia (BI) menilai Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memiliki posisi yang sangat strategis dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Kukar menjadi salah satu pilar utama perekonomian karena berkontribusi yang besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Read More
banner 300x250

Kepala Perwakilan BI Kaltim, Budi Hartanto mengatakan Kukar merupakan daerah dengan kontribusi ekonomi terbesar dibanding kabupaten/kota lainnya di Kaltim.

“Dari sisi PDRB, proporsi terbesar berasal dari Kutai Kartanegara. Peringkat berikutnya Kutai Timur, kemudian Balikpapan, Samarinda, dan daerah lainnya,” ucap dia kepada awak media di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Senin (26/1/2026).

Menurutnya, besarnya kontribusi tersebut tidak lepas dari kekayaan potensi sumber daya alam yang dimiliki Kukar.

Sektor pertambangan batu bara, minyak dan gas, serta perkebunan kelapa sawit menjadi komoditas unggulan yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Kaltim.

“Potensi Kukar ini relatif lengkap. Batu bara, migas, dan kelapa sawit merupakan komoditas utama Kaltim. Karena itu, posisi Kukar sangat strategis bagi perekonomian Kalimantan Timur secara keseluruhan,” jelas Budi.

Selain sektor unggulan berbasis sumber daya alam, BI Kaltim juga memberi perhatian serius terhadap penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penopang ekonomi daerah yang berkelanjutan.

BI Kaltim pun terus mendorong UMKM agar mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih kuat.

Untuk mendukung hal tersebut, BI Kaltim menggulirkan program Bima Etam, sebuah inisiatif kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

“Dalam program Bima Etam, kami bersinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan di Kaltim, serta pemerintah daerah. Kami melakukan roadshow ke seluruh kabupaten dan kota, termasuk Kutai Kartanegara,” ungkapnya.

Budi menjelaskan, salah satu fokus utama program ini adalah business matching antara pelaku UMKM dan lembaga perbankan.

Bahkan, pada salah satu kegiatan di Kukar, BI Kaltim menghadirkan langsung Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri untuk mempertemukan UMKM dengan perbankan guna memperluas akses pembiayaan.

Tak hanya itu, BI Kaltim juga memberikan edukasi dan literasi keuangan kepada pelaku UMKM agar mereka lebih siap mengelola usaha secara profesional.

Salah satu bentuknya melalui pelatihan penggunaan Si Apik, aplikasi akuntansi sederhana yang membantu UMKM melakukan pencatatan keuangan secara rapi dan terstruktur.

“Dengan pembukuan yang baik dan transparan, UMKM akan lebih mudah mengakses perbankan. Harapannya, kepercayaan lembaga keuangan meningkat dan perbankan bisa menyalurkan pembiayaan langsung kepada UMKM,” pungkas dia. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *