Disperindag Kukar Lakukan Pemetaan dan Kajian Pembangunan Tiga Pasar Desa Tahun 2026

Plt. Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah
Plt. Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menyiapkan langkah awal terkait rencana pembangunan tiga pasar desa yang akan direalisasikan pada tahun 2026.

Terkait hal tersebut, pihaknya akan melakukan pemetaan dan kajian mendalam untuk memastikan pembangunan pasar tersebut sesuai prioritas dan kebutuhan masyarakat di tingkat desa.

Read More
banner 300x250

Plt. Kepala Disperindag Kukar Sayid Fathullah mengatakan, pemetaan dan kajian teknis menjadi tahap paling penting sebelum pembangunan dilakukan.

Menurutnya, pasar desa harus dibangun berdasarkan pertimbangan yang matang, termasuk potensi ekonomi wilayah, jumlah penduduk, serta aktivitas perdagangan masyarakat setempat.

“Kami tidak ingin pembangunan dilakukan secara asal, harus ada kajian yang kuat agar pasar benar-benar bermanfaat,” kata Sayid Fathullah pada Lingkarkaltim, di Tenggarong, belum lama ini.

Ia menambahkan, proses pemetaan juga melibatkan pengumpulan data dari desa hingga kecamatan. Hal itu dilakukan agar usulan pembangunan pasar desa yang masuk dapat disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan.

“Ada banyak usulan yang masuk, namun kami harus menilai mana yang paling prioritas dan tepat sasaran,” jelas Sayid.

Selain pemetaan, Disperindag Kukar juga sedang menyiapkan analisis kelayakan yang meliputi kondisi lahan, aksesibilitas, hingga potensi pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut. Kajian ini akan menjadi dasar penentuan desa yang layak menerima pembangunan pasar pada 2026 mendatang.

Ia menyebut, pembangunan pasar desa merupakan bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat di kawasan pedesaan. Dengan adanya pasar yang tertata, ia yakin masyarakat memiliki ruang yang lebih layak untuk berjualan sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi lokal.

“Pasar desa yang baik akan menjadi pusat ekonomi masyarakat. Itu yang ingin kita wujudkan,” katanya.

Disperindag Kukar juga memastikan bahwa rencana pembangunan ini akan dilakukan secara terintegrasi dengan OPD lain, seperti Bappeda dan Dinas Pekerjaan Umum.

Kolaborasi ini bertujuan agar kajian yang dilakukan lebih komprehensif, terutama dalam hal infrastruktur pendukung seperti jalan, drainase, dan fasilitas umum lainnya.

Meski prosesnya masih dalam tahap awal, ia menegaskan  seluruh perencanaan dilakukan dengan sangat hati-hati.

Menurutnya, pembangunan pasar desa bukan sekadar proyek fisik, tetapi investasi jangka panjang yang harus memberikan dampak ekonomi signifikan bagi warga.

“Kami ingin hasilnya benar-benar tepat manfaat, bukan hanya pembangunan tanpa keberlanjutan,” tambahnya.

Ia juga membuka ruang komunikasi dengan pemerintah desa dan kecamatan agar proses pemetaan ini berjalan transparan dan melibatkan masyarakat. Dengan demikian, keputusan pembangunan dapat diterima dan didukung oleh warga setempat.

“Partisipasi masyarakat juga sangat penting bagi kami,” ujarnya.

Dirinya berharap, hasil pemetaan dan kajian dapat dirampungkan tepat waktu sehingga pembangunan tiga pasar desa bisa masuk dalam program prioritas tahun 2026.

Dengan perencanaan yang matang, ia optimistis pasar desa yang dibangun nantinya akan menjadi pusat aktivitas ekonomi yang mampu mendorong kesejahteraan masyarakat. (Adv/Kik)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *