UMKM Jamu Rempah di Sebulu Terus Tumbuh, Disperindag Kukar Apresiasi Ketahanan Pelaku Usaha Lokal

Jamu tradisional
Jamu tradisional
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Jamu tradisional berbahan rempah masih memiliki pasar yang kuat di Kutai Kartanegara (Kukar). Hal itu terbukti dari usaha rumahan milik Poniyah, pelaku UMKM asal Kecamatan Sebulu, yang mampu memproduksi hingga 1.500 botol jamu rempah setiap bulan.

Poniyah mengatakan, seluruh bahan yang digunakan merupakan rempah pilihan, mulai dari cabe puyang, jahe, kapulogo, kunyit, gula aren hingga sedikit garam untuk menguatkan rasa. “Dari racikan rempah itu kami menghasilkan tiga varian jamu, yaitu Pujago, Sijakani dan Gepyokan,” kata Poniyah, di Tenggarong, Minggu (30/11/2025).

Read More
banner 300x250

Jamu olahannya kini tidak hanya dipasarkan di Desa Giri Agung, tetapi juga telah merambah ke berbagai wilayah di Kaltim. Permintaan konsumen pun terbilang stabil. Dalam sekali transaksi, pembeli biasanya langsung mengambil 3 hingga 5 botol.

“Ini menandakan jamu tradisional masih dipercaya sebagai minuman kesehatan yang aman dan berkualitas,” tambahnya.

Pada momen acara tertentu, pesanan bahkan meningkat cukup tajam, termasuk pesanan dari instansi pemerintah dan perusahaan swasta.

Poniyah mencontohkan, pada gelar dagang Harganas tempo hari ia menerima permintaan sekitar 300 botol dengan nilai transaksi mencapai Rp 3 juta.

“Untuk pemesanan bisa melalui WhatsApp 0812-5564-8024,” terangnya.

Dengan harga jual Rp 8 ribu per botol, Poniyah mampu meraih omzet bulanan sekitar Rp 12 juta. Meski masih harus dipotong biaya produksi,

Ia menilai usaha ini sangat membantu menambah pendapatan keluarga.

“Yang penting bisa terus bermanfaat bagi kesehatan masyarakat,” katanya.

Dirinya berharap, produk jamunya dapat terus eksis dan semakin banyak masyarakat yang menyadari manfaat jamu tradisional.

“Terima kasih kepada seluruh pelanggan yang sudah rutin membeli. Semoga usaha ini bisa bertahan dan berkembang,” ungkapnya.

Plt. Kepala Disperindag Kukar Sayid Fathullah memberikan apresiasi atas ketekunan pelaku UMKM seperti Poniyah.

Menurutnya, daya tahan UMKM lokal menjadi indikator penting dalam menjaga perputaran ekonomi masyarakat desa.

“Kami melihat pelaku usaha jamu tradisional memiliki peluang besar karena tren kembali ke produk alami semakin meningkat. Disperindag Kukar terus mendorong agar UMKM seperti ini mendapat pendampingan, peningkatan kapasitas, hingga akses pemasaran yang lebih luas,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen memperkuat ekosistem UMKM melalui pelatihan kualitas produk, legalitas usaha, hingga fasilitasi partisipasi dalam berbagai event.

“Harapan kami, usaha seperti milik Ibu Poniyah bisa naik kelas dan menjadi contoh bagi UMKM lain dalam mengembangkan potensi desa,” pungkasnya. (Adv/Kik)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *