KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan Pasar Tangga Arung dapat mulai beroperasi pada awal tahun 2026, menyusul rampungnya pembangunan fisik pasar tersebut.
Setelah melalui proses panjang pembangunan dan penataan pasar, kini memasuki tahap akhir persiapan sebelum pasar resmi dibuka untuk aktivitas perdagangan.
Plt. Kepala Disperindag Kukar Sayid Fathullah menyampaikan bahwa penyelesaian pembangunan menjadi momentum penting untuk mempercepat proses operasional pasar.
Menurutnya, setelah struktur fisik dinyatakan selesai, fokus pemerintah kini beralih pada penataan pedagang, pengujian fasilitas, serta penyempurnaan berbagai aspek teknis lainnya.
“Setelah pembangunan rampung, kita langsung mempersiapkan pasar ini agar siap digunakan awal 2026,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemetaan pedagang kini dilakukan lebih detail, termasuk verifikasi ulang pedagang lama serta penyusunan zonasi berdasarkan jenis usaha.
Langkah tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa penempatan pedagang lebih teratur dan sesuai karakteristik dagangan, sehingga kenyamanan pengunjung dapat terjaga.
“Zonasi yang baik akan membuat aktivitas pasar lebih rapi dan tertib,” jelasnya.
Proses penataan ini juga mencakup pembagian area pada setiap lantai pasar, mulai dari pedagang kebutuhan pokok, kain, perhiasan, hingga zona kuliner.
Ia menegaskan bahwa seluruh skema penempatan dirancang agar pedagang mudah menjalankan usaha dan pengunjung lebih mudah menemukan produk yang mereka perlukan.
“Kami ingin pasar ini benar-benar memberikan pengalaman berbelanja yang nyaman,” tambahnya.
Selain penataan pedagang, Disperindag Kukar juga memastikan seluruh fasilitas pendukung seperti listrik, kebersihan, sanitasi, akses masuk, hingga sistem keamanan telah melalui tahap pengecekan. Menurut Sayid, fasilitas pasar harus benar-benar siap sebelum pasar mulai digunakan.
“Kami tidak ingin ada kendala teknis saat pasar beroperasi. Semua harus selesai dengan standar yang baik,” tegasnya.
Untuk mendukung kelancaran operasional, pihaknya juga melakukan koordinasi lintas instansi seperti kecamatan, pengelola pasar, hingga aparat keamanan. Kerja sama ini diperlukan untuk memastikan pengawasan dan pengelolaan pasar dapat berjalan maksimal sejak hari pertama beroperasi.
“Kolaborasi ini penting agar pasar bisa berjalan lancar dan kondusif,” ungkapnya.
Disperindag juga mulai melakukan sosialisasi kepada pedagang terkait aturan teknis pasar, pemanfaatan fasilitas, hingga ketentuan operasional. Sosialisasi ini penting agar pedagang memahami alur dan regulasi baru yang diberlakukan di pasar modern tersebut.
“Jika pedagang memahami aturan lebih awal, maka proses operasional akan berjalan lebih tertib,” ucapnya.
Ia menambahkan, kehadiran Pasar Tangga Arung yang baru diharapkan mampu menghidupkan kembali pusat ekonomi di Tenggarong. Dengan fasilitas yang lebih lengkap dan tertata, pasar ini diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi pelaku UMKM dan pedagang kecil.
“Kami ingin pasar ini menjadi penggerak ekonomi lokal dan pusat aktivitas masyarakat,” katanya.
Dengan rampungnya pembangunan dan terus dimatangkannya persiapan operasional, Sayid optimistis bahwa Pasar Tangga Arung dapat benar-benar dibuka pada awal 2026 sesuai target.
“Kami bekerja semaksimal mungkin agar pasar ini siap dan bisa segera dimanfaatkan masyarakat. Semoga Pasar Tangga Arung menjadi kebanggaan baru bagi Kukar,” pungkasnya. (ADV/KIK)










