KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop-UKM) Kutai Kartanegara (Kukar) menghadirkan warna baru dalam gelaran tahunan promosi UMKM.
Jika sebelumnya masyarakat mengenalnya sebagai Gebyar UMKM, tahun ini kegiatan tersebut dikemas lebih segar dan tematik melalui Pekan Pesta Rasa 2025.
Kegiatan tersebut adalah sebuah pameran kuliner yang tidak sekadar memamerkan produk, tetapi juga menawarkan pengalaman wisata lidah khas Kutai.
Kepala Bidang Pemberdayaan UKM, Fathul Alamin menjelaskan bahwa perubahan konsep ini bukan sekadar pergantian nama, tetapi strategi baru dalam mempromosikan identitas daerah.
“Kami ingin menjual Kutai Kartanegara tidak hanya dari destinasi wisatanya, tetapi juga dari kulinernya. Ada destinasi wisata lidah yang bisa dinikmati masyarakat luar. Itu yang ingin kita gaungkan lewat event ini,” ujar dia pada Kamis (20/11/2025).
Ia menjelaskan, Pekan Pesta Rasa akan berlangsung selama empat hari hingga 22 November.
Salah satu sajian paling menarik dari Pekan Pesta Rasa 2025 adalah workshop dan lomba memasak dengan bahan dasar labu kuning dan ubi rambat, yaitu dua komoditas pertanian terbesar di Kukar.
Menurutnya, lomba ini selaras dengan program pemerintah daerah terkait hilirisasi pertanian.
“Kami ingin labu kuning dan ubi rambat ini tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah. Tapi bisa diolah menjadi makanan bernilai tambah, bahkan bisa jadi oleh-oleh khas Kukar,” jelas Fathul.
Melalui lomba ini, Diskop-UKM Kukar ingin memunculkan inovasi kuliner baru yang dapat memperluas pasar UMKM dan memperkuat identitas pangan lokal Kukar.
Tahun ini, Pekan Pesta Rasa menyediakan 40 tenant, semuanya diisi oleh pelaku UMKM asal Kukar. Menariknya, lebih dari setengahnya merupakan pelaku usaha yang masih sangat baru.
“Dari 40 tenant, ada 21 tenant yang benar-benar baru berwirausaha dan kami fasilitasi untuk tampil pertama kalinya di event ini,” ungkapnya.
Fathul mengatakan bahwa keterlibatan wirausaha baru ini sangat penting untuk memberi mereka panggung memperkenalkan produk sekaligus menguji minat pasar.
Diskop-UKM Kukar juga melihat pagelaran ini sebagai kesempatan memperkuat jejaring antar pelaku UMKM dan membuka peluang pendampingan lanjutan.
Dengan workshop, lomba inovasi kuliner, dan keterlibatan wirausaha baru, kegiatan ini diharapkan menjadi jembatan lahirnya produk-produk unggulan baru dari bahan baku lokal.
“Event ini bukan hanya pameran, tapi bentuk dukungan konkret untuk hilirisasi pertanian dan peningkatan kualitas wirausaha lokal,” tutup dia. (ASR)










