KUKAR, LINGKARKALTIM: Komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam memperkuat ekonomi kerakyatan kembali ditunjukkan melalui peluncuran program terbaru bertajuk Jadi Pengusaha.
Program yang mendukung jalannya Kukar Idaman Terbaik ini resmi diperkenalkan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop-UKM) dalam rangkaian Pekan Pesta Rasa 2025.
Kepala Bidang Pemberdayaan UKM, Fathul Alamin menyebut program tersebut dirancang sebagai pola inkubasi yang memberikan pendampingan komprehensif bagi calon wirausaha maupun pelaku usaha pemula.
Ia menjelaskan, konsep Jadi Pengusaha diibaratkan seperti menetaskan telur. Peserta akan didampingi sejak tahap paling awal mulai dari memilih jenis usaha yang tepat, membangun model bisnis, mengurus legalitas, hingga usaha tersebut benar-benar bisa berjalan.
“Program jadi pengusaha itu sederhana seperti inkubasi bisnis. Kita dampingi masyarakat dari memilih usaha yang tepat, membangun usaha yang baik, legalitas, sampai mereka benar-benar jadi. Harapannya mencetak wirausaha-wirausaha baru yang siap bersaing,” jelas dia kepada awak media, Kamis (20/11/2025).
Ia menerangkan, program tersebut menjadi upaya strategis Diskop-UKM Kukar menciptakan ekosistem usaha yang sehat sekaligus memperluas basis pelaku ekonomi kreatif dan UMKM di daerah.
Peluncuran program ini bukan langkah terpisah. Fathul menegaskan, Jadi Pengusaha merupakan bagian penting dari realisasi program Kukar Idaman Terbaik, khususnya pada sektor kawasan ekonomi sejahtera dan penguatan akses pembiayaan melalui Kredit Kukar Idaman (KKI).
“Betul, ini mendukung Kukar Idaman Terbaik. Salah satunya melalui mencetak wirausaha baru dan mempermudah akses usaha,” jelas Fathul.
Sejalan dengan itu, dia memaparkan capaian positif pemanfaatan KKI sepanjang 2025. Hingga Oktober, tercatat 1.700 pelaku UMKM telah mengakses fasilitas pembiayaan tersebut, dengan total plafon menembus Rp 32 miliar.
Pemkab Kukar sejak 2021 menetapkan target mencetak 10 ribu wirausaha baru. Hingga 2025, jumlahnya justru melampaui target jauh ke depan.
“Sampai tahun 2025 kita sudah berhasil mencetak sekitar 18.500 pelaku usaha baru. Program ini akan terus kita lanjutkan sampai 2029,” tuturnya. (ADV/ASR)










