Muara Kaman Hadapi Tantangan Pemanfaatan Lahan Tidur untuk Pertanian Produktif

Lahan Tidur di Salah Satu Wilayah Muara Kaman
Lahan Tidur di Salah Satu Wilayah Muara Kaman
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Kecamatan Muara Kaman menyimpan potensi besar di sektor pertanian, namun sebagian besar lahan di wilayah ini masih berstatus lahan tidur. Pemerintah kecamatan kini tengah berupaya mendorong agar lahan-lahan tersebut bisa diaktifkan kembali sebagai lahan produktif yang berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah.

Sekretaris Kecamatan Muara Kaman, Nadi Baswan, menjelaskan bahwa sebagian besar lahan tidur di wilayahnya terkendala oleh faktor teknis dan status lahan yang masuk kawasan hutan lindung serta lahan gambut. Kondisi tersebut membuat masyarakat tidak leluasa untuk menggarapnya.

Read More
banner 300x250

“Kalau lahan tidur sebenarnya banyak, tapi sebagian termasuk lahan gambut dan kawasan hutan lindung. Itu tidak bisa diapa-apakan karena merupakan wilayah konservasi yang harus dijaga,” ujar Nadi Baswan, Jum’at (24/10/2025).

Menurutnya, potensi lahan pertanian di Muara Kaman sangat besar jika bisa dimanfaatkan dengan pendekatan yang tepat. Pemerintah kecamatan telah memetakan beberapa titik yang berpotensi dikembangkan, namun masih menunggu regulasi dan dukungan teknis agar pengelolaannya tidak melanggar aturan lingkungan.

“Ada dua titik lahan yang kami temukan belum berani dikembangkan karena faktor izin dan kondisi tanah yang berat. Tapi kalau bisa dikelola, hasilnya pasti menjanjikan,” tambahnya.

Nadi mengakui, sebagian masyarakat di desa seperti Rasiran dan Kupang Baru masih mengandalkan bantuan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar dan mendukung kegiatan pertanian. Namun, semangat warga untuk mengelola lahan tetap tinggi, meski dihadapkan pada keterbatasan sarana dan kondisi tanah yang kurang mendukung.

“Warga kita semangat, cuma butuh pendampingan dan arah yang jelas. Kalau ada dukungan alat dan bimbingan teknis, saya yakin lahan tidur ini bisa berubah jadi lahan produktif,” ucapnya.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, dan dinas teknis agar program optimalisasi lahan bisa berjalan efektif. Tanpa kolaborasi, banyak potensi lahan yang akan terus terbengkalai.

“Kami terus berkoordinasi dengan Distanak agar ada langkah nyata di lapangan. Muara Kaman punya lahan luas, tinggal bagaimana memaksimalkannya tanpa merusak lingkungan,” tuturnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distanak Kukar, Taufik, menegaskan bahwa upaya pemanfaatan lahan tidur menjadi salah satu prioritas daerah. Melalui program Optimalisasi Lahan (Opslah) yang difasilitasi oleh Kementerian Pertanian, pemerintah berupaya mendorong peningkatan produktivitas pertanian di wilayah yang masih memiliki banyak lahan tidak tergarap.

“Lahan tidur dan lahan berat yang selama ini tidak produktif mulai kita aktifkan kembali. Dengan dukungan peralatan dan pendampingan teknis, petani bisa kembali menanam dan meningkatkan indeks pertanaman,” jelas Taufik.

Ia menambahkan, kunci utama keberhasilan optimalisasi lahan ada pada pendampingan berkelanjutan dari tenaga penyuluh lapangan (PPL) dan kesiapan masyarakat dalam mengelola lahan secara berkelanjutan. Dengan pendekatan yang tepat, lahan tidur di daerah seperti Muara Kaman berpotensi menjadi sumber baru ketahanan pangan Kukar.

“Dengan sinergi semua pihak, lahan tidur bisa diubah menjadi sumber produksi pangan yang berkelanjutan. Muara Kaman adalah salah satu wilayah yang kami dorong dalam program ini,” pungkasnya. (WAN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *