KUKAR, LINGKARKALTIM: Inovasi literasi digital yang diterapkan SMP Negeri 3 Tenggarong menjadi sorotan di dunia pendidikan Kutai Kartanegara (Kukar). Sekolah ini dikenal sebagai pelopor dalam penggunaan Chromebook sebagai perangkat utama untuk menunjang kegiatan belajar dan budaya literasi digital siswa.
Kepala SMPN 3 Tenggarong, Sariyani, menjelaskan bahwa seluruh siswa di sekolah tersebut telah memanfaatkan Chromebook dalam aktivitas membaca dan pembelajaran. Perangkat ini terkoneksi langsung dengan perpustakaan digital Putri Karang Melenu, sehingga siswa dapat mengakses ribuan koleksi buku elektronik dan sumber belajar kapan pun dibutuhkan.
“Sekitar seribu siswa kami sudah terbiasa berliterasi digital menggunakan Chromebook. Mereka membaca, mencari referensi, hingga menyusun tugas melalui sistem yang terhubung langsung ke perpustakaan digital,” ujar Sariyani.
Penerapan sistem ini tidak hanya meningkatkan efisiensi belajar, tetapi juga membentuk budaya literasi yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Melalui Chromebook, proses belajar menjadi lebih interaktif dan terukur, karena sistem mampu memantau aktivitas membaca setiap siswa secara otomatis.
“Kami ingin membangun budaya literasi yang tidak sekadar membaca buku fisik, tapi juga memahami cara memanfaatkan teknologi secara cerdas dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Selain mendukung kegiatan literasi, Chromebook juga menjadi bagian penting dari sistem pembelajaran berbasis digital di SMPN 3 Tenggarong. Dengan dukungan Google for Education, sekolah ini berhasil mengintegrasikan berbagai platform digital seperti Google Classroom, Google Drive, dan Google Docs untuk menunjang proses belajar mengajar.
Konsistensi SMPN 3 Tenggarong dalam memanfaatkan teknologi pendidikan menjadikannya sebagai salah satu sekolah rujukan Google di Kalimantan Timur. Inovasi tersebut telah menginspirasi banyak sekolah lain untuk beralih menuju sistem pembelajaran digital yang lebih modern.
“Target kami adalah menjadi sekolah percontohan nasional dalam penerapan literasi digital berbasis Chromebook. Kami percaya, masa depan pendidikan harus berorientasi pada teknologi dan literasi,” tegas Sariyani.
Dengan visi tersebut, SMPN 3 Tenggarong tidak hanya membangun generasi pembaca, tetapi juga mencetak pelajar yang melek teknologi dan siap menghadapi tantangan era digital. (WAN/ADV)










