KUKAR, LINGKARKALTIM: Kecamatan Tenggarong menggelar panen raya padi di Desa Rapak Lambur pada Senin (13/10/2025), dengan hasil menggembirakan mencapai 4–6 ton per hektar. Capaian ini dinilai menjadi bukti nyata keberhasilan kelompok tani dalam berinovasi dan menerapkan anjuran teknis dari pemerintah daerah.
Camat Tenggarong, Sukono, mengatakan panen kali ini dilakukan oleh Kelompok Tani “Jaya Makmur”. Mereka berhasil mengoptimalkan hasil panen berkat penggunaan obat-obatan pertanian yang direkomendasikan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kukar.
“Alhamdulillah, panen raya kali ini hasilnya cukup tinggi, bisa mencapai 4 hingga 6 ton per hektar. Ini berkat semangat petani yang mau mengikuti arahan dan inovasi yang dianjurkan,” ungkap Sukono.
Ia menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak datang begitu saja. Para petani di Rapak Lambur dinilai mulai terbuka terhadap pembaruan cara bertani, baik dari segi pola tanam maupun pengendalian hama terpadu yang lebih ramah lingkungan.
“Mereka menggunakan pestisida yang disarankan pemerintah dan lebih memperhatikan kondisi lahan serta cuaca. Jadi hasilnya jauh lebih baik dari sebelumnya,” tambahnya.
Selain padi, Kecamatan Tenggarong juga terus mendorong pengembangan tanaman palawija dan komoditas pertanian lain untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal. Sukono menyebut, kegiatan panen raya seperti ini bukan hal baru, karena sebelumnya telah dilakukan di wilayah Mangkurawang yang bahkan sempat dihadiri Gubernur dan Bupati Kukar.
“Tahun ini saja sudah tiga kali kita gelar panen raya. Ini menandakan semangat petani Tenggarong luar biasa,” ujarnya.
Sukono juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kukar yang terus memberikan dukungan dalam bentuk bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan).
“Mulai dari sprayer, alat pemotong padi, hingga traktor kecil semuanya sangat membantu petani. Kami ucapkan terima kasih kepada Distanak Kukar,” katanya.
“Harapan kami, pembinaan tidak berhenti di sini. Ke depan, Dinas Pertanian terus mendampingi agar hasil pertanian semakin maksimal,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Muhammad Taufik, menegaskan pihaknya memang berkomitmen memperkuat sektor pertanian hingga ke tingkat kecamatan. Ia mengatakan, sebagian besar anggaran Distanak tahun 2025 diarahkan untuk pembangunan sarana dan prasarana pertanian.
“Kami fokus pada peningkatan sapras dan pendampingan langsung kepada petani. Program kami tidak lagi top-down, tapi berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan,” ujar Taufik.
Ia menambahkan, dengan dukungan alsintan dan penguatan penyuluh lapangan, pemerintah daerah berharap petani semakin efisien dan produktif, sehingga mampu menjaga stabilitas pangan di Kukar. (wan/adv)










