KUKAR, LINGKARKALTIM: Potensi atlet disabilitas di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dinilai masih perlu digali lebih luas. National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kukar berencana memperkuat pencarian bakat di 20 kecamatan sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Ketua NPCI Kukar, Muhammad Bisron, mengatakan pencarian bakat atau talent scouting menjadi salah satu program penting untuk menemukan calon atlet yang memiliki kemampuan, tetapi belum mendapatkan pembinaan secara optimal.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada kesiapan organisasi dan fasilitas latihan, tetapi juga dukungan keluarga, khususnya orang tua yang memiliki anak penyandang disabilitas.
“Banyak potensi di lapangan dan ada juga atlet-atlet yang berprestasi. Namun, dukungan dari orang tua masih perlu kita tingkatkan agar anak-anak mereka mendapat kesempatan untuk berkembang,” kata Bisron Senin (26/10/2026).
Ia berharap orang tua tidak membatasi ruang gerak anak-anak penyandang disabilitas. Melalui olahraga, mereka dapat mengembangkan kemampuan, membangun kepercayaan diri, serta menunjukkan prestasi yang membanggakan keluarga dan daerah.
Bisron menilai kesempatan mengikuti kompetisi juga dapat membuka jalan bagi atlet disabilitas untuk meraih prestasi di tingkat nasional. Selain membawa nama daerah, capaian tersebut berpotensi memberikan penghargaan berupa bonus bagi atlet yang berhasil meraih medali.
“Daripada anak-anak hanya berada di rumah, mereka sebenarnya punya potensi dan prestasi. Mereka bisa tampil di tengah masyarakat dan mengharumkan nama daerah,” ujarnya.
Untuk mendukung rencana tersebut, NPCI Kukar telah melakukan audiensi dengan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, sekitar dua pekan lalu. Dalam pertemuan itu, NPCI menyampaikan perkembangan pembinaan sekaligus kebutuhan program untuk meningkatkan kesiapan atlet menghadapi Peparnas 2028.
Bisron mengatakan Bupati membuka peluang pengajuan anggaran hibah untuk mendukung pembinaan dan pengembangan atlet pada 2027. Namun, dukungan tersebut diarahkan untuk kegiatan pembinaan, bukan pembangunan sekretariat NPCI.
“Bupati mempersilakan kami mengajukan anggaran hibah. Fokusnya untuk pembinaan intensif dan pengembangan atlet, termasuk pencarian bakat potensial di 20 kecamatan,” jelasnya.
Menurut Bisron, 2027 akan menjadi periode penting untuk meningkatkan intensitas latihan dan mematangkan persiapan atlet sebelum berlaga pada Peparnas 2028 di NTB.
Sementara itu, Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengapresiasi semangat dan prestasi atlet NPCI Kukar meski masih menghadapi keterbatasan sarana. Ia menegaskan pentingnya dukungan fasilitas olahraga yang memadai dan inklusif agar proses latihan dapat berlangsung secara terarah serta berkelanjutan.
“Harapan kami atlet yang dipilih memang atlet yang potensial dan bisa memberikan hasil terbaik di ajang daerah maupun nasional,” tutupnya. (Ahk)










