KUKAR, LINGKARKALTIM: Seorang karyawan perusahaan berinisial Y (58) ditemukan tewas di kamar mess tempatnya tinggal di Dusun Loa Gagak, Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (15/10/2026) pagi. Polisi menemukan memar pada tubuh korban dan sejumlah obat-obatan di kamar tersebut.
Korban yang bekerja sebagai penanggung jawab operasional perusahaan itu ditemukan setelah rekan kerjanya berulang kali menghubungi dan mengetuk pintu kamarnya, tetapi tidak mendapat respons.
Karena curiga, rekan korban akhirnya membuka pintu menggunakan kunci cadangan. Mereka terkejut mendapati korban sudah tergeletak di lantai kamar.
Korban kemudian dibawa menggunakan ambulans perusahaan ke RSUD Aji Muhammad Parikesit sekitar pukul 11.00 Wita. Namun, setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Kapolsek Loa Kulu, AKP Hari Supranoto, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, polisi telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengumpulkan informasi terkait kematian korban.
Dari pemeriksaan awal di lokasi, petugas menemukan memar pada tubuh korban. Polisi menduga memar tersebut kemungkinan terjadi akibat benturan dengan sudut ranjang kayu. Selain itu, ditemukan sejumlah obat-obatan yang mengindikasikan korban kemungkinan memiliki riwayat pengobatan.
Meski demikian, polisi belum dapat memastikan apakah kondisi kesehatan korban berkaitan dengan kematiannya. Dugaan benturan maupun riwayat penyakit belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai penyebab kematian.
“Sepertinya ada riwayat penyakit, tetapi kami tidak bisa memastikan secara terperinci karena tidak dilakukan pemeriksaan medis lanjutan,” ujar Hari Jumat (16/10/2026).
Ia menjelaskan, pihak keluarga menolak dilakukan visum maupun autopsi terhadap jenazah. Penolakan itu dituangkan dalam surat pernyataan, dengan keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
Dengan tidak dilakukannya pemeriksaan medis lanjutan, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan. Polisi telah melakukan penanganan awal dengan mendatangi lokasi dan menghimpun keterangan untuk mendokumentasikan fakta-fakta terkait kejadian tersebut. (Ahk)










