KUKAR, LINGKARKALTIM: Rentetan acara dan festival di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terbukti ampuh mendongkrak roda perekonomian daerah. Meski situasi daya beli masyarakat sedang melandai, gelaran pesta budaya seperti Festival Erau tetap berhasil menjadi pendorong utama perputaran uang, khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Tenggarong.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kukar, Muhammad Iriyanto, mengungkapkan bahwa pergerakan ekonomi selama festival berlangsung menunjukkan grafik yang jauh lebih bergairah dibandingkan hari-hari biasa. Lonjakan pengunjung dari berbagai wilayah menjadi pemicu utamanya.
“Setiap agenda besar seperti Erau pasti berdampak pada peningkatan ekonomi. Meskipun situasi daya beli sedang melandai, perputaran uang tetap terjadi secara signifikan dibanding hari biasa. Apalagi gelaran kemarin sangat ramai, bahkan dihadiri wisatawan mancanegara. Ini modal penting karena Erau sudah masuk agenda pariwisata nasional,” ujar Iriyanto, Jumat (9/10/2026).
Iriyanto menegaskan, pemerintah daerah akan terus melakukan penguatan dan akselerasi agar dampak ekonomi dari sektor pariwisata ini bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat pada masa mendatang.
“Sesuatu yang akan besar pasti harus dimulai dari langkah pertama, itu yang penting dulu. Saya kira itu yang perlu kita pahami dulu,”tandas Iryanto.
Dampak manis dari keramaian event ini dirasakan langsung oleh para pedagang dan pemilik stan kuliner.
Kepala Bidang Pengembangan UKM Diskop-UKM Kukar, Santi Effendi, menyebutkan bahwa tingkat kunjungan wisatawan yang menembus hingga ratusan ribu orang memberi angin segar bagi omset pelaku UMKM lokal.
“Alhamdulillah, perputaran ekonomi di sektor kuliner dan stan UMKM tetap berjalan positif. Kunjungan tidak hanya datang dari warga Tenggarong, tetapi juga rombongan dari Samarinda, Balikpapan, hingga luar daerah. Pembagian titik event yang tersebar di Stadion hingga depan Kedaton juga membuat pendapatan pedagang merata,” jelas Santi.
Menatap agenda mendatang, peluang emas kembali terbuka bagi para pelaku usaha. Persiapan pelepasan kontingen Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 di kawasan Arbizz Space yang bakal menghadirkan ribuan peserta menjadi target pasar potensial berikutnya.
“Kami sudah berkoordinasi agar para pelaku UMKM bersiap memenuhi kebutuhan belanja ribuan peserta yang hadir. Pemerintah telah menyiapkan wadah dan acaranya, tinggal bagaimana kreativitas dan kesiapan teman-teman UMKM dalam menangkap peluang tersebut,” tambah Santi.
Santi juga mengapresiasi pihak pengelola kawasan seperti Arbizz Space yang aktif mengemas konsep acara secara mandiri.
Kolaborasi antara event pemerintah dan kreativitas pengelola swasta diyakini menjadi kunci utama agar iklim usaha UMKM di Kukar tetap hidup dan berkembang berkelanjutan. (Adv/dil)










