SAMARINDA, LINGKARKALTIM: Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur (Kaltim) resmi menggelar Workshop Penulisan Kreatif Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Ekraf). Agenda pelatihan ini dilangsungkan selama dua hari penuh di Temindung Creative Hub, Samarinda, mulai 8 hingga 9 Oktober 2026.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk melahirkan deretan penulis lokal yang adaptif, kreatif, serta memiliki kedalaman narasi. Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu mengemas berbagai potensi tersembunyi yang dimiliki daerah agar lebih dikenal publik luas.
Kepala Dispar Kaltim, Muhammad Faisal, menegaskan pentingnya kehadiran narasi yang kuat dan menggugah dalam mempromosikan destinasi wisata lokal. Menurutnya, daya tarik suatu tempat wisata seringkali berawal dari tulisan yang mampu menyentuh imajinasi calon wisatawan.
“Kita ingin menghasilkan penulis-penulis yang kreatif di sektor pariwisata supaya mereka bisa mengangkat potensi-potensi Kaltim. Sehingga masyarakat mau membaca dan akhirnya tertarik datang ke objek wisata kita,” ujar Faisal, Kamis (8/10/2026).
Faisal juga mengingatkan bahwa indikator keberhasilan seorang penulis tidak sekadar diukur dari satu karya fenomenal yang pernah dilahirkan. Bagi Dispar Kaltim, konsistensi dalam berkarya secara berkelanjutan jauh lebih bernilai untuk menunjang promosi daerah secara jangka panjang.
“Penulis yang baik adalah yang bisa konsisten menulis dengan baik dan kreatif secara berkesinambungan. Rencana hasil karya peserta akan kita publish setelah dikurasi, mana yang layak akan kita promosikan karena kami sangat terbantu dengan tulisan-tulisan itu,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekraf Dispar Kaltim, Dahlia, merincikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta terpilih. Mereka terdiri dari jurnalis, mahasiswa, hingga pelajar dari berbagai daerah di Kaltim, termasuk perwakilan dari Kabupaten Kutai Barat (Kubar).
Dahlia menjelaskan bahwa arah pelatihan ini berfokus pada penguatan teknik storytelling. Pendekatan ini dipilih agar para peserta tidak hanya mahir menyusun berita formal atau berita politik, melainkan sanggup merangkai cerita yang bernyawa mengenai keindahan dan kekayaan daerah.
“Fokus kita ke pariwisata dan ekonomi kreatif. Kita ingin mengasah kemampuan mereka agar tidak hanya menulis berita umum, tetapi bisa bercerita tentang destinasi wisata, kuliner, sejarah, dan kebudayaan daerah kita melalui storytelling yang menarik,” terang Dahlia.
Sinergi antara penulis muda dan Dispar Kaltim ini diharapkan menjadi angin segar bagi promosi ekonomi kreatif di Kaltim. Dengan hadirnya narasi-narasi segar yang otentik, kekayaan sejarah, kuliner, dan destinasi wisata Kaltim optimistis dapat memikat lebih banyak wisatawan nusantara maupun mancanegara. (dev)










