KUKAR, LINGKARKALTIM: Musibah kebakaran yang melanda kawasan Jalan Danau Aji, Kelurahan Melayu, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar). Penanganan cepat dan pemulihan pascabencana terus dilakukan demi memastikan kondisi 75 Kepala Keluarga (KK) dengan total 224 jiwa yang terdampak dapat segera bangkit.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, turun langsung meninjau lokasi untuk melihat kondisi para korban. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen hadir mendampingi warga, baik dalam memenuhi kebutuhan mendesak maupun memulihkan kondisi psikologis mereka.
“Ini salah satu kebakaran terbesar yang terjadi di Kutai Kartanegara. Kami dari pemerintah daerah berupaya penuh meringankan beban korban, bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat. Alhamdulillah, kepedulian warga sangat luar biasa,” kata Aulia, Kamis (8/10/2026).
Aulia mengapresiasi kerja keras petugas Damkar, BPBD,Dinsos, instansi kecamatan dan kelurahan, hingga relawan yang sigap sejak awal bencana. Gotong royong ini terlihat nyata di dapur umum, tempat para relawan menyiapkan makanan untuk warga terdampak dan petugas di lapangan.
Selain bantuan pangan dan sandang, Pemkab Kukar bersama Baznas menyalurkan bantuan perlengkapan memasak atas usulan warga. Langkah ini diambil agar bantuan bahan makanan yang diterima dapat diolah dengan baik oleh warga.
Pemkab Kukar membagi tahap penanganan pascabencana menjadi dua fokus utama untuk memastikan aktivitas harian warga tidak terganggu. Kebutuhan perlengkapan sekolah bagi anak-anak, peralatan kerja, serta konsumsi harian dijamin terpenuhi. Pemerintah juga memberikan perhatian pada aspek psikologis warga untuk mencegah trauma mendalam.
Selain itu, Melakukan penataan ulang kawasan. Pengalaman di lapangan menunjukkan akses jalan yang sempit sempat menyulitkan mobil pemadam masuk, sehingga proses pemadaman memakan waktu hingga dua jam dari standar normal di bawah 30 menit.
Sementara itu, Lurah Melayu, Muhammad Hafidz, menjelaskan penuhan kebutuhan dasar warga terus dicukupi secara bertahap, mulai dari bahan pokok, pakaian, hingga peralatan sanitasi.
“Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Disdukcapil untuk mengurus dokumen penting yang terbakar, seperti ijazah, KTP, dan Kartu Keluarga melalui posko pelayanan terpadu satu pintu,”tutupnya.
Melalui sinergi pemerintah, relawan, dan masyarakat, Pemkab Kukar optimistis proses pemulihan pascakebakaran di Jalan AM Alimuddin dapat berjalan cepat dan tepat sasaran. (Adv/dil)










