KUKAR, LINGKARKALTIM: Langkah terobosan diambil oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam mendukung pengembangan karakter generasi muda. Melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kukar, daerah ini menjadi satu-satunya kabupaten/kota di Indonesia yang memiliki bidang khusus kepramukaan dalam struktur organisasinya.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menjelaskan bahwa pembentukan bidang ini mengacu pada regulasi nasional, seperti Permendagri dan Permenkeu, yang mengamanatkan pembinaan bagi generasi muda.
Menurutnya, Gerakan Pramuka memiliki cakupan pembinaan yang komprehensif, mulai dari peserta didik, pembina, pelatih, hingga pemenuhan sarana dan prasarana pendukung.
“Secara struktur organisasi di OPD, sepengetahuan kami sampai saat ini, kepramukaan yang memiliki bidang tersendiri baru ada di Kabupaten Kutai Kartanegara. Seluruh pembinaan, baik kegiatan yang diselenggarakan maupun yang diikuti, terinput secara terpadu di dalam bidang ini,” ujar Aji Ali pada Rabu (7/10/2026).
Aji Ali menambahkan, keberadaan bidang kepramukaan membuat pola pembinaan menjadi jauh lebih efektif. Dalam operasional di lapangan, Dispora Kukar bersinergi erat dengan Kuartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kutai Kartanegara sebagai motor penggerak utama kegiatan.
Sementara itu, Kepala Bidang Kepramukaan Dispora Kukar, Nopan Solihin, mengungkapkan bahwa lahirnya struktur ini tidak lepas dari komitmen kuat pimpinan daerah serta jajaran dinas yang peduli terhadap dunia kepramukaan. Struktur organisasi baru ini mulai berjalan aktif sejak tahun 2024.
“Kebetulan Pak Kadis dan Pak Bupati sangat mendukung penuh kepramukaan di Kukar. Maka disusunlah struktur organisasi bidang kepramukaan ini, dan tahun 2024 lalu saya diamanahkan menjadi Kepala Bidang Kepramukaan pertama,” jelas Nopan.
Menurut Nopan, perubahan struktur ini membawa dampak besar, terutama dari segi alokasi anggaran dan akselerasi program kerja. Jika sebelumnya pendanaan Pramuka bergantung pada mekanisme dana hibah, kini seluruh program kegiatan terakomodasi langsung dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Dispora Kukar setiap tahunnya.
“Dengan adanya bidang ini, Gerakan Pramuka di Kukar bisa bergerak lebih cepat dan fleksibel. Seluruh program kerja ditampung dalam satu tahun anggaran, mulai dari fasilitasi sarana-prasarana, kegiatan rutin tahunan, hingga partisipasi anggota dalam event tingkat daerah, nasional, maupun internasional,” pungkas Nopan. (Adv/dil)










