Bepelas Malam VI Erau Berjalan Khidmat, Pemkab Kukar Imbau Warga Tertib Sambut Puncak Belimbur

Teks Foto: Bepelas Malam VI (Menyisik Lembuswana/Naga, Seluang Mudik, Berebut Buah Bawal dan Belimbur Beras) dalam rangka Erau Adat Kutai Tahun 2026, Bertempat di Keraton/Museum Mulawarman, Sabtu Malam (26/9/26). (Dilla/lingkarkaltim)
Teks Foto: Bepelas Malam VI (Menyisik Lembuswana/Naga, Seluang Mudik, Berebut Buah Bawal dan Belimbur Beras) dalam rangka Erau Adat Kutai Tahun 2026, Bertempat di Keraton/Museum Mulawarman, Sabtu Malam (26/9/26). (Dilla/lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR,LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mengawal  seluruh rangkaian Erau Adat Kutai 2026. Menandai malam terakhir prosesi Bepelas (Bepelas Malam VI) pada Sabtu (26/9/2026) di Keraton/Museum Mulawarman, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dan jajaran Forkopimda Kukar hadir langsung untuk memastikan penutupan ritual malam berjalan khidmat dan lancar.

Kehadiran jajaran Pemkab Kukar pada Bepelas pamungkas ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penuh peran Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura sebagai pemegang tatanan adat.

Read More
banner 300x250

Pemkab Kukar menyerahkan seluruh pelaksanaan teknis ritual kepada kesultanan agar keaslian tradisi leluhur tetap terjaga.

“Kami dari pemerintah daerah tentu mendukung penuh kegiatan yang dilaksanakan oleh Kesultanan sebagai penyelenggara. Hal ini penting agar sakralitas dari setiap kegiatan adat bisa kita jamin keberadaannya,” tegas Bupati

Aulia usai menyaksikan rangkaian ritual Menyisik Lembuswana/Naga, Seluang Mudik, Berebut Buah Bawal, hingga Beramput Beras.

Bupati Aulia menyatakan bahwa pelestarian adat istiadat yang konsisten dijalankan hingga malam terakhir Bepelas ini merupakan modal kebudayaan yang sangat berharga.

Kekayaan nilai spiritual dan sejarah Kutai Kartanegara menjadi tumpuan utama Pemkab Kukar dalam membangun karakter serta kebudayaan daerah ke depan.

Selesainya malam terakhir Bepelas menjadi penanda digelarnya puncak perhelatan Erau esok hari, yakni prosesi Mengulur Naga dan tradisi Belimbur. Menghadapi momen puncak tersebut, Pemkab Kukar memberikan perhatian ekstra pada aspek ketertiban, kenyamanan, dan keselamatan warga.

“Pesan kami untuk acara Belimbur besok, mari kita jaga ketertiban, kondusivitas, dan keamanan bersama. Masyarakat wajib menggunakan air yang bersih. Secara esensial, Belimbur ini adalah bagian dari luapan kegembiraan kita seluruh keluarga besar Kutai Kartanegara dalam menyambut Erau,” imbau Aulia.

Sejalan dengan arahan Pemkab Kukar, pihak Kesultanan melalui Juru Bicara Muhammad Heriansyah turut menekankan etika Belimbur yang wajib dipatuhi.

“Pengunjung dan warga dilarang menyiram orang tua renta, anak-anak balita, orang yang sedang sakit, serta kendaraan darurat seperti ambulans,” ungkapnya.

Melalui sinergi kokoh antara Pemkab Kukar dan Kesultanan Kutai Kartanegara, penutupan malam Bepelas ini diharapkan menjadi pijakan menuju suksesnya puncak pesta rakyat Erau 2026 yang aman, tertib, dan penuh keberkahan bagi seluruh masyarakat Kukar.(Adv/dil)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *