BERAU, LINGKARKALTIM: Pickleball, olahraga yang memadukan unsur tenis, bulu tangkis, dan tenis meja, kini resmi memasuki arena olahraga daerah dan mulai diarahkan untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi di Berau.
Langkah awal itu ditandai dengan digelarnya turnamen pickleball untuk pertama kalinya secara resmi di tingkat Kabupaten Berau, Kamis (17/9/2026). Digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Berau ke-73 tahun 2026, turnamen tersebut berlangsung di Lapangan Pickleball Batiwakkal, Jalan APT Pranoto, Tanjung Redeb.
Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah peserta yang mencapai 234 orang atau 117 pasangan. Nampak peserta ambil bagian dalam sejumlah kategori pertandingan, yakni putra pemula, putri pemula, putra gembira, putri gembira, dan ganda campuran gembira.
Jumlah tersebut menjadi gambaran awal bahwa pickleball mulai mendapat tempat di tengah masyarakat Berau. Yang menarik, turnamen perdana ini tidak hanya menjadi ajang pertandingan dan hiburan olahraga. Kehadiran pickleball mulai diarahkan ke tujuan yang lebih besar, yakni menjadi bagian dari sistem pembinaan olahraga prestasi di Bumi Batiwakkal.
Wakil Bupati Berau memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan turnamen tersebut. Ia menilai perkembangan pickleball berlangsung cukup pesat dan mampu diterima oleh berbagai kelompok masyarakat. Mulai dari anak muda, orang tua, hingga masyarakat dari berbagai profesi, olahraga ini dinilai memiliki daya tarik karena relatif inklusif dan dapat dimainkan oleh berbagai kalangan.
“Kami sangat apresiasi keberadaan olahraga ini berkembang sangat pesat dan menjadi semakin populer di berbagai kalangan, muda, tua, hingga berbagai profesi. Pemerintah daerah tentu memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan prestasi olahraga ini, terlebih pickleball kini sudah berada di bawah pembinaan Indonesia Pickleball Federation (IPF) dan diakui secara resmi,” ujarnya.
Menurutnya, olahraga tidak hanya berkaitan dengan prestasi. Aktivitas olahraga juga memiliki peran penting dalam menjaga kebugaran sekaligus membangun hubungan sosial dan persaudaraan di tengah masyarakat. Karena itu, perkembangan pickleball di Berau diharapkan tidak berhenti pada pertandingan seremonial.
Pembinaan secara terarah diperlukan agar potensi masyarakat yang mulai tumbuh dapat dikembangkan menjadi prestasi.Wakil Bupati juga mendorong Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), KONI, serta organisasi olahraga terkait untuk memperkuat koordinasi dalam pembinaan atlet.
Ketua KONI Berau, Taufan Majid, mengungkapkan bahwa posisi pickleball dalam dunia olahraga Berau kini semakin jelas. Pickleball telah resmi terdaftar sebagai cabang olahraga di bawah naungan KONI Berau setelah ditetapkan melalui Rapat Kerja KONI beberapa bulan lalu. Dengan status tersebut, IPF Berau memiliki ruang untuk mengusulkan berbagai program pembinaan sekaligus pendelegasian atlet secara berkesinambungan kepada Dispora.
Taufan mengatakan, salah satu kekuatan pickleball adalah sifatnya yang dapat dimainkan oleh berbagai kelompok usia. Pickleball ini sangat inklusif dan merakyat, bisa dimainkan dari usia anak sekolah dasar hingga pensiunan. “Namun, fokus utama kita adalah menjaring bibit-bibit atlet usia dini yang nantinya dilatih oleh pelatih berstandar nasional agar siap mencetak prestasi hingga tingkat Porprov dan PON,” jelasnya.
Dengan demikian, turnamen perdana ini bukan sekadar mencari pemenang. Lebih dari itu, ajang tersebut dapat menjadi ruang awal untuk melihat potensi pemain yang bisa dikembangkan melalui pembinaan jangka panjang. Dari ratusan peserta yang ikut bertanding, KONI berharap muncul atlet-atlet potensial yang mampu berkembang dan membawa nama Berau dalam berbagai kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
Perkembangan pickleball juga berlangsung di tengah persiapan besar Kabupaten Berau menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur VIII. Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Paser pada 14–27 November 2026. Bagi pickleball, turnamen yang digelar kali ini menjadi tonggak penting. Untuk pertama kalinya, cabang olahraga tersebut tampil dalam kompetisi resmi di tingkat Kabupaten Berau dengan melibatkan ratusan peserta.
Dari sini, perjalanan panjang pembinaan atlet baru dimulai. Ke depan, tantangannya bukan hanya menjaga agar minat masyarakat terhadap pickleball tetap tinggi, tetapi juga memastikan adanya kompetisi rutin, pelatih berkualitas, pembinaan usia dini, serta jalur yang jelas bagi atlet menuju level yang lebih tinggi.
Jika seluruh unsur tersebut berjalan beriringan, pickleball berpeluang berkembang dari sekadar olahraga yang digemari masyarakat menjadi salah satu cabang yang mampu menyumbangkan prestasi bagi Kabupaten Berau.
“Hari ini mereka bermain untuk berkompetisi. Dari lapangan inilah, Berau berharap menemukan calon-calon atlet yang kelak membawa nama Bumi Batiwakkal di panggung Porprov hingga tingkat nasional,”tukasnya lagi.(riel)










